Balai POM Gerebek Tempat Kosmetik Ilegal di Kawatuna

0
12892

PALU – Balai POM di Palu menggerebek rumah kontrakan yang digunakan untuk memproduksi kosmetik ilegal di kawasan Kawatuna, Palu, pada Rabu (9/5) sore. Rumah produksi ini menggendarkan kosmetik pemutih tanpa izin edar resmi dari Balai POM.

Ini kosmetika ilegal yang digerebek oleh Balai POM Palu, Rabu (9/5). (Foto: Mugni Supardi)

“Operasi ini kita sudah lakukan dua hari, sampai hari ini (Rabu, red). Mulai sore sampai malam (kemarin, red) kita melakukan operasi di daerah Kawatuna,” kata Ketua Tim Penyidikan Balai POM di Palu, Passima Apt kepada Radar Sulteng ditemui sekitar pukul 22/00 wita, tadi malam.

Ternyata di rumah itu ditemukan produk kosmetik yang ilegal, yang tidak memenuhi standar atau tidak memiliki izin edar. Produk kosmetik ini terdiri dari cream dan handbody. Namun pemilik rumah produksi saat kedatangan tim Balai POM yang bekerjasama dengan pihak Polda Sulteng ini tidak berada di tempat. Tim hanya mendapatkan pegawai dari rumah produksi tersebut.

“Menurut karyawannya sedang berada di Makassar. Karyawan ini baru dua bulan bekerja, jadi tidak terlalu banyak info yang kami dapat, misalnya berapa lama sudah beroperasi,” lanjut Passima.

Menurutnya mengedarkan produk tanpa izin edar sendiri melanggar UU kesehatan no 36 tahun 2009. Dengan tidak adanya izin edar resmi maka produk kosmetik ini diduga mengandung bahan-bahan yang berbahaya. Passima menuturkan produk yang tidak memiliki izin edar dilarang digunakan oleh masyarakat.

“Untuk mengetahui apakah mengandung bahan berbahaya kita uji terlebih dahulu,” sebut Passima.

Sementara itu produk kosmetik yang disita itu antara lain Hand body super cepat 160 pot, lulur alfa arbutin 325 pot, cream racikan 2665 pot, hand body glucogen 130 pot, goat’s milk viena 12 pot, goat’s milk viena 12 botol, handbody marina 38 botol,  quina pearl cream 3 dus, milk bath 50 boks dan heving lulur midodaremi  16 bungkus. Selain itu, kemasan pot hand body 4 dus, kemasan pot cream 28 dus, ember produksi 16 buah, wajan produksi 3 buah, pengaduk 5 buah, kompor minyak tanah 1 buah, dan 1 dokumen nota barang 3 lembar.

“Menurut karyawan dipasarkan di Kota Palu dan luar daerah melalui sistem online,” terang Passima.

Rumah produksi ini terungkap setelah tim berpura-pura sebagai pembeli di salah satu agen dari rumah produksi. Passima mengakui, pemilik rumah produksi ini memasarkan melalui agen. Kemudian dari agen ini memiliki kurir yang akan mengantarkan ke tempat pemesan. Sehingga saat tim mencoba membeli mereka mengambil informasi dan menunjukan lokasi agen dimana produk itu dia ambil. Setelah itu agen yang dimaksud ditemukan dan kemudian diminta untuk membawa tim ke rumah produksinya.

“Sehingga kita dapat tempat produksinya,” ujar Passima.

Passima mengungkapkan, karyawan dari rumah produksi ini sudah ditugaskan untuk menghubungi si pemilik tempat produksi dan menginformasikan bahwa Balai POM telah menyita produknya. Dalam operasi ini juga tim gabungan disaksikan langsung oleh Ketua RT, RW dan Bhabinkamtibmas setempat.

“Kita akan panggil dan kita akan gelar perkara, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak,” tutup Passima. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.