Tipikor Polda Tangkap Basah Penggantian Pipa SPAM Pasigala

0
1117
Tim Tipikor Polda Sulteng pada Rabu (9/5) menangkap basah penggantian pipa Pasigala di Desa Lambara, Kalawara dan Pandere. Saat itu juga aktivitas mereka langsung dihentikan oleh aparat. (Foto: Istimewa)

SIGI –  Di tengah upaya penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyelidiki dugaan korupsi mega proyek  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) yang dibangun di wilayah Kabupaten Sigi, tiba-tiba tim Tipikor Polda Sulteng menangkap basah sejumlah pekerja proyek yang mengganti pipa PN 8 dengan pipa PN 10, pada Rabu (9/5).

Lokasinya berada di desa Lambara, Kalawara dan Pandere. Saat itu juga, oleh tim Tipikor Polda untuk dihentikan karena mega proyek SPAM Pasigala dalam proses penyelidikan Tipikor Polda Sulteng. Bahkan pengungkapan dugaan korupsi mega proyek Pasigala juga dikoordinasikan langsung ke komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI di Jakarta.

Sumber Radar Sulteng menjelaskan, kegiatan penggantian pipa PN 8 dengan pipa PN 10  diduga sebagai tindakan untuk menghilangkan bukti, sebagaimana temuan penyidik sebelumnya bahwa ada sekira 100-an pipa yang pernah diganti tidak sesuai dengan spesipikasi. Apalagi proses penggantian pipa yang ditemukan pada Rabu lalu, dilakukan diam-diam oleh petugas yang diduga dari BWSS tanpa koordinasi kepada penyidik Polda Sulteng.

Disampaikan sumber, penyidik Tipikor yang datang tersebut langsung meminta pekerja untuk menghentikan pekerjaan, di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru. Pipa sendiri yang diganti sudah hampir seluruhnya diganti.

“Mereka tertangkap langsung Rabu kemarin, saat membongkar dan mengganti pipa. Ini agar yang sudah terpasang dinyatakan clear oleh PPK PA supaya dibayar 100 persen,” jelas sumber yang meminta namanya tidak dikorankan.

Padahal, penggantian tersebut, tidak sesuai dengan prosedur perubahan asset Negara. Bahkan, penggantian ini juga tidak dikoordinasikan dengan penyidik, yang kini tengah melakukan penyelidikan terkait proyek ini.

“Ini kan indikasi dilakukan diam-diam agar bukti hilang,” ujar sumber lagi.

Dikonfirmasi tadi malam, Kasubdit Tipikor Polda Sulteng, AKBP Teddy Salawati, yang disebut turut serta melihat aksi sejumlah pekerja itu, belum mau berkomentar banyak. Dia hanya membenarkan, bahwa telah menghentikan proses penggantian pipa ini.

“Nanti saja ini kan masih penyelidikan,” singkatnya.

Berbagai data yang dihimpun Radar Sulteng menyebutkan, penyelidikan mega proyek SPAM Pasigala yang juga dalam perhatian KPK RI karena menggunakan anggaran ratusan miliar dibangun sejak tahun 2014-2015. Mega proyek tersebut dinilai manfaatnya belum banyak dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Sigi, Kota Palu dan Donggala.

Sesuai desain awal mega proyek tersebut dari Intake ke instalasi pengolahan air (IPA) harusnya debit air per detiknya sekira 300-an. Namun karena ada perubahan desain  mengharuskan IPA dibangun diluar dari perencanaan pertama dan akhirnya dibangun di lokasi desa Oloboju yang memiliki jarak jauh dan tempat ketinggian membuat debit air tidak sesuai dengan desain yang diharapkan. Ada dugaan, sering  pecahnya jaringan pipa SPAM Pasigala, selain tidak sesuai spek juga beban pipa yang tidak mampu  menampung debit air. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.