Kepepet Modal untuk Nikah, Pelaku Habisi Yeyen

0
795

PALU – Berkas perkara kasus pembunuhan sadis di Jalan Kebun Sari, Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Palu Selatan, dengan korban Nur Faizah alias Yeyen (45), telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu. Ketiga pelaku, masing-masing  Dhita alias Gita, Indra, dan Umar alias Kuma, dalam waktu dekat juga akan segera disidang.

Kapolres Palu AKBP Mujianto bertanya kepada ketiga pelaku pembunuhan wanita yang mayatnya dibuang di semak-semak dengan tangan dan kakinya terikat. (Foto: Wahono)

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Kejari Palu Suryanto mengatakan, ketiga pelaku tersebut akan menjalani proses sidang, namun berkas yang dilimpahkan oleh tim penyidik Polres Palu belum diserahkan kepada Pengadilan Negeri Palu. “Berkas P21 sudah kami terima pada tanggal 9 Mei 2018, dan minggu ini berkas kasus pembunuhan akan dilimpahkan ke PN Palu untuk dilakukan sidang,” ungkapnya, Jumat (11/5) diruang kerjanya.

Dirinya menjelaskan, dalam berkas perkara tersebut, menjelaskan bagaimana ketiga pelaku dengan sengaja melakukan pembunuhan. Awalnya pelaku bernama Dhita alias Gita merencanakan pernikahan dengan Indra, namun Indra tidak memiliki modal, dan akhirnya rencana untuk melakukan pencurian muncul, ketika pelaku bernama Gita menceritakan harta kekayaan yang dimiliki korban.

“Status pelaku ini ada yang berpasangan dan merencanakan akan menikah namun tidak memiliki modal, ketika Gita (pelaku,red) menawarkan kepada Indra bahwa ada temannya yang memiliki harta kekayaan yang bisa dijadikan modal menikah maka aksinya dilakukan,” jelas Suryanto.

Kedua pasangan ini merencanakan pencurian di kos milik korban yang akrab dipanggil Yeyen di jalan Merpati, pelaku berencana akan menyekap korban. Karena kondisi korban berada di luar kos maka pasangan ini memanggil satu rekannya bernama Umar alias Kuma untuk menjadi pelanggan korban.

“Setelah dijemput di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Jalan Thamrin korban diajak oleh Kuma pergi. Saat Kuma mengajak makan terlebih dahulu, pasangan ini sudah bersembunyi di dalam mobil, saat di perjalanan korban dihabisi oleh ketiga pelaku dengan seutas  tali dan dibuang di semak-semak Kelurahan Kawatuna,” kata Suryanto.

Setelah membuang korban, kata Suryanto, ketiga pelaku melakukan aksinya di kost korban di Jalan Merpati. Karena Gita adalah teman akrab korban, maka semua tempat penyimpanan emas dan isi kos diketahui pelaku. “ Pelaku berhasil membawa sebuah TV dan juga sudah berhasil dijualnya, kemudian mengambil perhiasan yang digunakan pelaku berupa anting dan juga kalung dan gelang. Kedua pelaku bahkan sudah pulang daerah asalnya untuk merencanakan pernikahan, namun ke duluan tertangkap oleh aparat kepolisian, ” ujar Suryanto, sesuai pernyataan berkas yang dilimpahkan di Kejari Palu.

Suryanto menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan rekonstruksi untuk kasus pembunuhan sering dilakukan oleh pihak kejaksaan dan kepolisian selagi itu dibutuhkan, namun saat semua berkas dinyatakan lengkap oleh Jaksa maka rekonstruksi tidak dilakukan juga tidak dipersoalkan. “ Biasanya dilakukan, kalau untuk kasus ini saya belum konfirmasi apa dilakukan rekonstruksi atau tidak, namun kasus pembunuhan biasa digelar rekonstruksinya,” tambahnya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.