Pemkab Tolitoli Menunggak Listrik Rp3 Miliar

0
212

TOLITOLI-Terhitung hingga bulan April 2018, tunggakan listrik Pemkab Tolitoli mencapai Rp 3 Miliar lebih. Hal ini dikarenakan, PT PLN Persero Area Tolitoli, menaikan harga listrik Penerangan Jalan Umum (PJU)  hingga 200 persen secara sepihak.

Ilustrasi (@bmzIMAGES)

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Wilayah (Perkimwil) Tolitoli, Dra Fera Mangoal menerangkan, pada beberapa tahun sebelumnya, antara Pemkab Tolitoli dengan pihak PLN Tolitoli telah bersepakat menerapkan anggaran pembayaran PJU untuk seluruh wilayah Tolitoli sebesar Rp 136 juta per bulan, namun pada bulan September 2017 lalu, PLN menaikan tarif sebesar Rp 374 juta perbulan.

” Namun pada bulan September tahun lalu, PLN menaikan pembayaran PJU dua kali lipat, tanpa kesepakatan. Sehingga anggaran yang tersedia untuk itu, tidak cukup, makanya kita dinyatakan menunggak,” jelas Fera Mangoal.

Vera juga menyatakan, sangat menyayangkan sikap PLN Tolitoli, yang tidak mengacu pada kondisi fasilitas PJU yang ada sekarang ini, dimana dari 1400 titik tiang PJU bedasarkan data PLN, diperkirakan sekitar 50 persen sudah tidak berfungsi, namun menaikan tarif, seakan seluruh titik PJU tersebut berfungsi.

” Cukup heran juga dengan sikap PLN, masa lampu jalan yang sudah tidak berfungsi, menjadi dasar kenaikan, coba bapak liat di mana mana lampu jalan yang terbanyak kebanyakan sudah tidak menyala, masa semua PLN mau kenakan tarifnya, inikan aneh,” katanya Fera.

Kasubag Program, Perencanaan dan Pelaporan Dinas Perkimwil Tolitoli Nurahmansyah.SP.M.Si juga menambahkan, masalah kenaikan secara sepihak ini, sudah pernah dilakukan mediasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD dengan pihak PLN.

Dijelaskan Nurmansyah, hasil rekomendasi DPRD waktu itu,  di lakukan pendataan kembali lampu jalan secara konprehensif, karena masalahnya, sebagian besar lampu jalan yang ada di wilayah Tolitoli sudah tidak berfungsi lagi, namun pihak PLN tidak mengindahkan rekomendasi tersebut dan tetap menaikan pembayaran PJU.

” Disini masalahnya, kami meminta agar PLN melakukan pendataan bersama, dan menyeluruh, bahkan telah diperkuat dengan rekomendasi DPRD, tapi mereka (PLN Red) tidak mau melakukan itu, ” ungkap pria yang akrab disapa Maman ini.

Dikonfirmasi mengenai hal itu,  Kepala Bagian Humas PT.PLN Persero Area Tolitoli, Raden S. B Cokro  mengatakan, kenaikan tarif PJU yang dibebani sudah sesuai dengan kesepakatan antara Pemda dalam hal ini Dinas Perkimwil dengan pihaknya.

” Sudah sesuai kesepakatan kok,” singkat Raden.

Dimintai keterangan mengenai dasar yang menjadi alasan pihaknya menaikan tarif sebesar Rp374 juta dari tarif 136 juta rupiah sebelumnya, lagi – lagi Raden melontarkan keterangan yang sama, menurutnya hal itu sudah sesuai kesepakatan, dan enggan memberikan pejelasan secara teknis.

Sementara dalam menanggapi rekomendasi DPRD, yang meminta pihaknya melakukan pendataan kembali, Raden mengaku, pihaknya belum berkoordinasi dengan bidang yang menangani masalah pendataan.

” Kalau itu kami belum berkoordinasi dengan bagian teknisnya,” jawab Raden singkat dan menutup wawancara. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.