DPRD Coret Kegiatan Palu Nomoni, Dinilai hanya Dinikmati Segilintir Orang

3
1974
Pimpinan DPRD saat membacakan keputusan DPRD terkait LKPj Wali Kota pada pekan lalu. (Foto: Zainudin Jacub)

PALU – Saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota di ruang sidang utama DPRD , Panitia Khusus (Pansus) DPRD  sempat memasukan rekomendasi soal Festival Palu Nomoni ketiga yang tidak perlu diadakan lagi pada 2018.

Namun saat rekomendasi tersebut berubah menjadi Keputusan DPRD , permintaan untuk meniadakan Festival Palu Nomoni pada tahun ini  tiba-tiba hilang.

Mantan Ketua Pansus LKPj 2017 Muhammad Iqbal Andi Magga SH MH yang dihubungi menyatakan, seharusnya persoalan ini dipertanyakan ke Pimpinan DPRD Palu.

“Sebab yang merumuskan rekomendasi menjadi Keputusan DPRD adalah pimpinan DPRD,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal Pansus sudah membahas soal Palu Nomoni dan memang tidak ada manfaatnya  kegiatan itu bagi daerah dan masyarakat.

Apalagi kata Iqbal banyak sekali alokasi dana yang diserap untuk kegiatan yang tidak jelas multi efeknya itu.

“Palu Nomoni itu hanya dinikmati segelintir orang dan tidak memberikan tren positif kepada masyarakat,” kata Iqbal . (zai)

selengkapnya baca Radar Sulteng edisi Selasa (15/5/2018)

3 COMMENTS

  1. Ikbal Andi Maga Bukan Bahasa Riset dan tidak berdasar, ini tidak jelas dan menyatakan segelintir orang…. Orang itu siapa juga tidak jelas… Alat ukurnya…. Apa…

  2. Menpar Arief Yahya berharap event ini jangan sampai putus di tengah jalan. Jangan hanya sekali event beaar terus selesai? “Kalau oke, berkesinambungan, langsung masukkan di agenda resmi event yang disupport Kemenpar pada bulan September 2017 itu,
    komunitas industri jasa keuangan dengan kegiatan pameran industri jasa keuangan, UMKM dan pedagang kaki lima jumlah transaksi mencapai Rp4,7 miliar.
    arena Kampung Kaili dengan dua kegiatan yakni kuliner dan penjualan souvenir mengantongi jumlah transaksi sebanyak Rp331,2 juta.
    Sementara transaksi perhotelan kata Syukri (OJK) mencapai Rp2,3 miliar dan transaksi penerbangan menempati transaksi paling tinggi yakni sebanyak Rp16,9 miliar.
    Dua item lainnya yang ikut berkontribusi dalam transaksi yakni transportasi dokar mencapai Rp212 juta dan parkir sebanyak Rp450 juta. Palu, (antarasulteng.com) Kamis, 5 Oktober 2017

  3. Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat jumlah transaksi selama pelaksanaan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) II dan Pekan Budaya Indonesia (PBI) III tahun 2017 yang berlangsung di Palu selama enam hari mencapai Rp24,982 miliar. Aneh memang bapak-bapak anggota dewan ini, saya sebagai masyarakat merasakan bahwa Pesona Palu nomoni memberikan pembelajaran dan pemahaman pada masyarakat bahwa kita hidup di alam yang plural semua budaya yang ada di Palu bisa ditampilkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.