Pemkab Diminta Tegas Awasi BBM di Pulau

0
87

TOUNA –  Untuk menjamin kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Togean dan sekitarnya, PT Pertamina bersama Hiswana Migas terus menjaga suplai BBM satu harga di daerah dengan sebutan, terluar, terpencil dan terdepan (3T).

Tanker mini yang menyuplai BBM satu harga di SPBU Kompak, Dusun Muara Bandeng, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) sandar di pelabuhan milik SPBU Kompak PT Ampana Togean Bangkit Bersatu, belum lama ini. (Foto: Murtalib)

BBM penugasan jenis premium dan solar bersubsidi tersebut sejak akhir Desember 2017 sudah dinikmati para nelayan di kepulauan.

‘’Menghadapi bulan suci Ramadan, suplai BBM ke Wakai dijamin lancar. Apalagi sudah ada kapal tanker mini yang bisa sandar di pelabuhan milik SPBU Kompak, dusun Muara Bandeng,’’ jelas Dewan Penasehat Hiswana Migas Sulteng, H Syamsudin Oemar kepada Radar Sulteng, kemarin.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar Sulteng, alokasi BBM penugasan (premium) dan solar subsidi jumlahnya masih terbatas sekira 2000 liter per hari atau sekira 60 kiloliter per bulan. Sedangkan solar bersubsidi sekira 1000-an liter per hari atau sekira 30-an Kiloliter per bulan. Hanya saja, ketika BBM penugasan tersebut habis, para nelayan punya alternatif membeli BBM non subsidi jenis pertalite yang telah disiapkan di SPBU Kompak, Una-Una.

‘’Makanya kami masyarakat di pulau meminta kepada pertamina untuk menjaga dan menambah stok yang ada di SPBU Kompak, di Wakai bisa stabil. Apalagi menghadapi bulan suci Ramadan tahun ini,’’ jelas Kades Una-Una, Sukri DS kepada Radar Sulteng, belum lama ini.

Ditambahkan Syamsudin, suplai BBM penugasan jenis premium dan solar subsidi sistem pengawasannya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dan BPH Migas (tim Satgas). Pemerintah daerah kata Syamsudin, harus bertindak tegas melarang BBM bersubsidi tersebut dijual bebas di pulau-pulau. Selain karena merugikan pemerintah daerah, sistem penyaluran BBM bersubsidi juga diatur dalam Permen ESDM No, 13 tahun 2018.

‘’Harga jual BBM, dan LPG sudah diatur dalam Permen ESDM tersebut dalam pasal 15, ayat (1) yang berbunyi, penyalur wajib menjual jenis BBM tertentu dan jenis LPG tertentu sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,’’ tegas Syamsudin mengutip bunyi Peraturan Menteri ESDM tersebut.

Bahkan kata Syamsudin, berkaitan dengan perlindungan konsumen juga diatur pada pasal 16 ayat (1) berbunyi, untuk melakukan kegiatan penyaluran BBM, dan LPG, penyalur wajib memenuhi hak konsumen dan mutu pelayanan. ‘’Aturannya cukup jelas dan tegas. Jadi pemerintah daerah dan aparat yang tergabung Satgas Migas harus tegas terhadap penjualan BBM bersubsidi di pulau-pulau,’’ sebutnya seraya mengatakan, biar pemerintah bisa mengontrol sumber PAD dari sektor BBM.

Terkait alokasi yang terbatas untuk BBM satu harga menurut Dewan Penasehat MUI Palu itu, menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dalam hal ini Bupati. Kebutuhan BBM bersubsidi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat nelayan di kepulauan. Sepanjang pemerintah daerah memiliki data jumlah kebutuhan nelayan, dimungkinkan ada penambahan alokasi BBM satu harga di kepulauan. ‘’Kuncinya ada di Pemerintah daerah untuk mengusulkan kuota BBM penugasan yang berkeadilan. Makanya peran pemerintah daerah sangat penting, baik dalam pengawasan maupun menentukan jumlah kebutuhan,’’ terangnya.

Perlu diketahui, sebanyak 175 KK warga dusun Muara Bandeng Desa Unauna menempati pemukiman yang telah disiapkan pemerintah. Lokasi yang ditempati warga merupakan bekas hutan mangrove dan di luar dari kawasan hutan lindung. Pemukiman warga ini masuk area penggunaan lain (APL). Sebagian besar warga yang bermukin di Dusun Muara Bandeng merupakan korban bencana letusan gunung Una-Una tahun 1982 silam.

Adapun jumlah desa di Kecamatan Una-una yang menikmati BBM bersubsidi antara lain, Desa Unauna, desa Wakai, desa Kavetan, desa Tanimpo dan desa Lembanya. Belum lagi kawasan wisata kepulauan Togean dan Kepulauan Talatakoh. Yang jelas, ribuan nelayan masyarakat di kepulauan Kabupaten Touna Sejak Desember 2017 hingga saat ini sudah menikmati BBM satu harga yang menjadi program pemerintahan Joko Widodo. (lib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here