Untad Resmi Buka Prodi Keperawatan Fakultas Kedokteran

0
659

PALU – Akademi Keperawatan Pemkab Donggala kini resmi bergabung dengan Universitas Tadulako. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan Menristekdikti tentang penyatuan Akademi Keperawatan Pemkab Donggala ke Untad oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti, Ani Nurdiani Aziza SH MSI saat menyerahkan Surat Keputusan Menristekdikti tentang penyatuan akademi keperawatan pembak Donggala ke Untad kepada Rektor Universitas Tadulako, Prof Basir. (Foto: Huams Untad)

Persaratannya yaitu harus dimulai dengan, menyerahkan aset, Sumber Daya Manusia, juga keuangan kepada Kemenristekdikti, yang membutuhkan waktu yang sangat lama, maka resmi pula Untad, khususnya Fakultas Kedokteran memiliki Program Studi keperawatan. Hal tersebut disampikan oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti, Ani Nurdiani Aziza SH MSI, dalam sambutannya, pada acara penyerahan SK, di gedung IT Center Untad, Jumat (11/5).

Ani Nurdiani Azizah mengatakan, Akper pemkab Donggala digabung ke Untad dengan mekanime, Menristekdikti memberikan izin pembukaan program studi. “Karena akademi dulu yang mendirikan pemerintah daerah, sehingga yang menutupnya pun ya harus pemerintah daerah, sementara Prodinya yang hanya satu itu maka kemudian digabungkan ke Tadulako, sehingga di dalam SK bunyinya adalah pembukaan program studi baru,” ungkapnya.

Satu penyelenggaraan Program Studi tambahnya, harus memenuhi 8 standar sebagaimana diatur dalam Permen 44 Tahun 2015 tentang standar nasional pendidikan tinggi, yaitu, standar kompetensi lulusan, sistim pembelajaran, standar isi, standar penilaian, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarpras, kemudian standar pembiayaan dan standar pengelolaan.

Selain itu, selain standar pendidikan, juga ada standar Pendidikan Tinggi yang tidak kalah penting untuk di perhatikan yaitu, standar pembelajaran, standar pengabdian masyarakat, dan standar penelitian, maka status akreditasi yang selama ini sudah ter akreditasi B dapat disatukan kedalam prodi yang sekarang sudah masuk di Untad.

“Mohon pak Rektor, Warek 1 yang berkaitan ini diperhatikan, sampai kapan status ini, karenakan selama-lamanya adalah 5 tahun dan kami mengingatkan bahwa berdasarkan Permen 32 Kemenristekdikti tahun 2016 tentang akreditasi, maka enam bulan sebelumnya harus sudah dimasukan,” tuturnya.

Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS dalam sambutannya mengatakan, Surat Keputusan izin operasional program studi diploma 3 keperawatan di Fakultas Kedokteran, merupakan wujud dari komunikasi panjang antar dua kementerian, yaitu Menteri Dalam Negeri dan Kemenristekdikti yang difasilitasi oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). “Nah di situlah kedua kementerian ini mulai bergerak, dan ujung-ujungnya SK pembukaan surat izin operasional ini ada di biro hukum dan organisasi,” ungkapnya. Dengan penantian panjang atas nasib Akademi Keperawatan, akhirnya semua mahasiswa beserta dosen dapat bernafas lega dengan bergabung di Universitas Tadulako. (ika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.