Buaya Berkalung Ban Harus jadi Prioritas Rescue

0
117
Buaya berkalung ban atau B3 kembali muncul di Muara Sungai Palu, Sabtu (12/5). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Satu dari tiga ekor buaya yang menampakan dirinya di dekat Jembatan II, Palu, menarik perhatian para pengendara yang melintas, sekitar IV pukul 17.00 wita, Sabtu (12/5). Buaya ini tidak lain adalah buaya berkalung ban atau B3.

“Prihatin lihat kondisinya sekarang,” kata Idam, salah seorang warga Silae saat melihat B3 sedang berjemur.

Menurut amatannya, kondisi B3 bisa sangat memprihatinkan karena pasti tubuhnya akan terus membesar, sedangkan ban sepeda motor matic yang ada dilehernya ukurannya tidak akan berubah-ubah.

“Kasihan juga kalau dilihat, itu pasti setengah mati, belum lagi kalau dia mau makan,” ungkap Idam.

Dirinya juga berharap ada komunitas bahkan Pemerintah baik Kota maupun Provinsi untuk bisa mengevakuasi B3 tersebut. Kata dia, tidak menutup kemungkinan jika dibiarkan B3 akan mati tercekik ban.

“Tolonglah ini dievakuasi, mungkin setengah mati tapi kan kalau diupayakan terus dan dijadikan prioritas pasti bisa diselamatkan,” tegasnya.

Dari pantauan Radar Sulteng sendiri kemunculan B3 kali ini menyita perhatian masyarakat yang melintas di jembatan IV. Tak sedikit dari mereka untuk berhenti sejenak melihat keberadaan B3 dan buaya lainnya yang berjemur. Masyarakat yang berhenti seperti enggan peduli dengan larangan parkir kendaraan di atas jembatan.

Kurang dari 30 menit b3 dan dua ekor buaya yang berukuran sekitar 1 sampai 2 meter ini berjemur di delta Sungai dekat jembatan IV. Sesekali B3 membuka mulutnya seakan-akan ingin menerkam sesuatu.

Selain itu, data yang dihimpun Radar Sulteng kemunculan B3 ini  sejak September 2016 silam. Jika diperkirahkan sudah sekitar satu tahun lebih buaya ini menggenakan ban motor dilehernya. Upaya pun telah dilakukan namun hingga sekarang B3 belum bisa diselamatkan. (cr8)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here