Diduga Ada Oknum “Bermain” di Pembebasan Lahan KEK

0
288

PALU – Masyarakat yang berasal dari empat Kelurahan di Kecamatan Tawaeli menggelar aksi demo terkait oknum Kecamatan serta oknum di salah satu Kelurahan yang diduga menyalahgunakan jabatannya dengan memperkaya diri sendiri. Masyarakat di empat kelurahan tersebut yakni Kelurahan Mpanau, Baiya, lambara, Nupabomba.

Masyarakat menggelar aksi demo di depan akses masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu,Senin (14/5). (Foto: Mugni Supardi)

Aksi tersebut digelar di depan akses masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu, Senin (14/5) kemarin. Koordinator Aksi tersebut, Kumala mengungkapkan, aksi ini digelar guna menuntut hak-hak masyarakat terkait pemebebasan lahan di KEK, yang dimanfaatkan oleh oknum kecamatan dan oknum di salah satu kelurahan. Kata dia, tanah-tanah masyarakat dibeli dengan harga murah sementara pada saat pembelian, ada harga yang lebih. “Kami hanya menuntut hak-hak kami, makanya kami gelar aksi ini,” ungkapnya.

Masih kata Kumala, pertimbangan mengadakan KEK ini sudah didukung masyarakat setempat hanya saja yang menjalankan aturan pemerintahan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. “Ketika dikeluarkan pembebasan lahan harga Rp50.000 harga di luar Rp150.000, bagaimana mereka bisa hidup,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Adat Kelurahan Baiya, Jamran berharap agar pemerintah Kota Palu bisa menangani masalah ini. Kata dia, oknum-oknum tersebut sangat merugikan masyarakat khususnya di kelurahan Baiya. “Jadi kami minta ada perhatian dari pak wali terkait masalah ini,” bebernya.

Sementara itu saat ingin dikonfirmasi ke Camat Tawaeli,  Zulkifli selaku Camat Tawaili, dirinya pada pukul 13.56 wita tidak berada dikantornya.”Barusan keluar, ada ke Palu, tidak tahu sampai jam berapa ini,” ujar Edi Alamsyah selaku Kasi Trantib Kecamatan Tawaeli.

Dari pantauan Radar Sulteng, aksi tersebut juga tak luput dari pengawalan Polsek Palu Utara yang dipimpin langsung Kapolsek Palu Utara Laata SH. “Aksi tadi dimulai dari Kantor Kelurahan Baiya dan berakhir disini (KEK) dan berjalan kondusif,” pungkasnya. (cr8)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.