Dorong Profesionalisme Dokter, PAPDI Gelar Symposium Palu Impact

0
99
Pengurus Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Sulawesi Tengah berfoto bersama usai pembukaan Symposium Palu Impact, Sabtu (12/5). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Dalam upaya mendorong pengembangan profesionalisme Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Symposium Palu Internal Medicine Update In Medical Practice (Impact). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (12/5) hingga Minggu (13/5) di salah satu hotel di Kota Palu.

Hadir dalam symposium ini sekaligus membuka kegiatan Ketua Umum Pegurus Besar Papdi, Prof Dr dr Idrus Alwi SpPD K-KV FINASIM FACC FESC FAPSIC. Dalam sambutannya, Prof Dr dr Idrus Alwi mengatakan terus mengupayakan agar pelayanan kesehatan ini khususnya di bidang penyakit dalam bisa lebih merata dan khususnya di daerah-daerah perbatasan atau terpencil.  “Semoga symposium ini bermanfaat bagi sejawat sekalian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu hadir pula pada symposium Sekjen Pengurus Besar Papdi dr Sally Aman Nasution SpPD K-KV FINASIM FACP, Ketua Papdi Cabang Sulteng dr Komang Adi Sujendra Sp PD FINACIM, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dr Reny A Lamadjido.

Ketua Panitia Symposium dr Arfan Sanusi SpPD FINACIM menjelaskan symposium ini merupakan wujud partisipasi perhimpunan dalam rangka menjaga dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan para dokter yang bertugas di wilayah Sulteng. Sehingga dapat memudahkan para dokter yang bertugas di daerah.  “Untuk mengakses para pakar dan konsultan di bidang penyakit dalam, agar  bisa berdiskusi secara langsung dan menyerap ilmu-ilmu terbaru, terutama di dalam tatalaksana penyakit dalam,” jelasnya.

Ketua Papdi Cabang Sulteng dr Komang Adi Sujendra Sp PD FINACIM sangat menyambut baik dan positif kegiatan symposium ini. Kata dr Komang Adi, Palu Impact ini dapat mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme seorang dokter yang berkualitas, bermoral, beretika dan disiplin. “Sesuai dengan standar kompetensi global itu sendiri,” sebut dr Komang Adi.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulteng ini juga menekankan agar dokter dapat mengikuti program pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan (P2KB) atau istilah lainnya Continuing Professional Development (CPD) yang pada dasarnya merupakan upaya pembinaan bersistem untuk meningkatkan dan mengembangkan knowledge, attitude dan skill dokter agar senantiasa dapat menjalankan profesinya dengan baik.

“Dalam kode etik kedokteran Indonesia pasal 21 disebutkan bahwa setiap dokter wajib senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan kesehatan,” terang dr Komang Adi. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here