Polisi Kian Waspada, TNI Dilibatkan Pengamanan

0
383
Pengamanan ekstra ketat oleh aparat bersenjata di sekitar pintu masuk Polda Sulteng, Senin (14/5). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Menyikapi maraknya aksi terorisme di Indonesia, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah turut meningkatkan pengamanan. Polda Sulteng sendiri menggandeng aparat TNI di daerah Sulawesi Tengah, dalam rangka mengamankan sejumlah tempat ibadah dan sejumlah objek vital yang ada di daerah ini.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Ermi Widyatno kepada Radar Sulteng, dihubungi Senin (14/5) kemarin. Secara keseluruhan kata Ermi, menyikapi kejadian di Surabaya, jajarannya telah menyiagakan anggota di seluruh wilayah di Sulawesi Tengah. “Selain mengamankan, kami juga Patroli di tempat ibadah,” terang Kapolda.

Dia pun mengatakan, untuk pengamanan rumah ibadah serta objek vital yang ada di daerah ini, dilakukan dengan dibantu oleh anggota TNI. Kapolda juga mengaku, telah memerintahkan anggotanya untuk waspada dalam menjalankan tugas. Terkait penjagaan Markas Polda Sulteng dan Markas Polres-Polres, yang diperketat, menurut Kapolda hal itu juga menjadi prioritas yang dilakukan, guna mencegah aksi teror di markas kepolisian. “Mako (Markas Komando) tentu juga harus jadi prioritas,” jelasnya.

Tidak lupa dia juga mengimbau masyarakat tetap tenang, namun harus meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang baru di lingkungan masing-masing. Sementara itu, pantauan Radar Sulteng, di Mapolda Sulteng, Senin kemarin, penjagaan ketat telah dilakukan aparat dari Brimob maupun Provost Polda Sulteng.

Semua pengunjung yang masuk ke Mako Polda Sulteng harus melalui jalur pemeriksaan, pagar pintu masuk Polda tertutup. Pengunjung terlebih dahulu diminta untuk memberitahukan barang bawaannya kepada petugas dengan jarak 5 Meter dengan batas pagar. Setelah dapat menunjukan barang bawannya kemudian petugas menghampiri pengunjung tersebut dan melakukan pemeriksaan.

Setelah memasuki tahap pemeriksaan pertama dilewati, kendaraan pengunjung diperiksa, mulai dari harus memperlihatkan isi bagasi motor dan menunjukan dokumen pengenal diri kepada petugas, setelah itu para pengunjung diperbolehkan untuk masuk ke Mako Polda Sulteng.

Dalam pemeriksaan tersebut salah seorang pengunjung yang membawa senjata tajam (Pisau) disita oleh petugas siaga penjagaan. Orang tersebut beralasan bahwa alat tersebut digunakan hanya untuk pengganti kunci motor sementara.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono mengungkapkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Sulteng dilakukan mengingat adanya peristiwa ledakan bom yang terjadi di Makopoltabes Surabaya. “Untuk situasi Sulteng saat ini masih aman, namun pemeriksaan itu perlu kewaspadaan dengan adanya ancaman teror,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa siaga yang ditingkatkan dilakukan bukan hanya di Mako Polda Sulteng, melainkan juga di jajaran Polres dan Polsek untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.  ‘’Otomatis kita lakukan juga pengamanan pada jajaran,” tambah juru bicara Polda Sulteng ini.

Sementara Kapolres Palu, AKBP Mujianto, membenarkan bahwa sudah adanya perintah langsung oleh Polda Sulteng untuk memperketat pengamanan di wilayah Polres Palu sendiri dilakukan pemeriksaan pada pintu masuk dan keluar, baik depan dan belakang Polres Palu. “ Saya meminta kepada masyarakat Kota Palu, apabila menemukan benda yang mencurigakan segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat,” ungkapnya.

Sementara pengetatan pengaman juga dilakukan di Banda Udara Mutiara Palu. Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu melalui Koordinator PPID, Ni’ma, menambahkan berkaitan dengan adanya serangan bom teroris di beberapa tempat, maka bandar udara yang merupakan salah satu obyek vital Nasional melakukan langkah-langkah. Seperti berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk peningkatan keamanan. Meningkatkan kegiatan patroli di sisi darat.

Memeriksa kendaraan tertutup yang memasuki bandara. Memeriksa setiap orang dan barang yang masuk ke daerah check in
Mengamati gerak gerik orang yang mencurigakan. Meningkatkan pemeriksaan terhadap orang dan barang yang melalui security check point.

“Dan meningkatkan patroli keamanan di perimeter bandar udara,” jelas Ni’ma.

Lanjut dia, saat ini pihak bandara khususnya Seksi keamanan penerbangan terus berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri.

Langkah-langkah ini kata dia sesuai dengan instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara no. 3 tahun 2018 pada 14 Mei 2018. “Yang jelas tadi saya konfirmasi ke Kasi Keamanan Penerbangan mereka tetap berkoordinasi dengan aparat. Dan pihak bandara tetap melaksanakan tugas sesuai SOP yang sudah ada,” ujarnya. (agg/who/acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.