TAJUK | Persiapan Sambut Bulan Suci Ramadan 1439 H

0
160

BULAN Ramadan 1439 H tinggal menghitung hari. Inilah bulan yang kehadirannya senantiasa dirindukan oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Maka untuk menyambut bulan suci ini,  seyogianya setiap individu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Persiapan yang baik akan menjadikan kita lebih fokus dalam menjalankan ibadah dan segala amalan Ramadan. Harapannya setelah Ramadan berlalu, setiap diri yang menjalankannya dengan ikhlas dan sabar akan memperoleh predikat takwa.

Selain pentingnya persiapan bagi setiap individu untuk memetik hikmah dan pelajaran dari pelaksanaan ibadah puasa, secara kolektif masyarakat pun perlu bersiap menyambut kehadiran bulan yang mulia ini. Di instansi pemerintah telah terbit edaran yang mengatur jam kerja pegawai selama Ramadan. Hal yang sama tentu berlaku pula bagi karyawan-karyawan swasta yang jam kerjanya mesti pula menyesuaikan dengan situasi dan kondisi Ramadan yang berbeda dengan bulan-bulan yang lain.

Dalam suasana Ramadan, semangat kebersamaan dan spirit toleransi antarsesama harus tetap terjaga. Bagi yang tidak berpuasa,  mesti peka terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya yang sedang menahan lapar dan haus di siang hari. Demikian pula sebaliknya, bagi yang berpuasa harus bisa memahami keberadaan orang lain yang tidak berpuasa. Warung atau rumah makan meskipun tetap dibuka selama Ramadan, hendaknya tetap menjaga batas-batas kepatutan. Tidak boleh demonstratif sebagai bentuk empati terhadap mereka yang berpuasa.

Tidak hanya individu dan masyarakat yang perlu mempersiapkan diri menyambut datangnya Ramadan. Kesiapan dan kesiagaan pemerintah pun tidak kalah pentingnya. Sebagaimana diketahui, aktivitas masyarakat selama Ramadan sangat tinggi sehingga perlu ditopang oleh layanan publik yang memadai. Pemerintah harus hadir dan memastikan bahwa problem-problem klasik yang muncul pada setiap Ramadan tidak terulang dan terus berulang.

Katakanlah kasus gas 3 Kg yang sangat dibutuhkan masyarakat tapi kerap langka atau hilang dari pasaran ketika Ramadan. Demikian pula BBM jenis premium yang selalu habis di SPBU mesti mendapat perhatian pihak terkait sejak dini. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapat BBM terutama saat mendekati mudik lebaran. Hal lain yang kerap menjadi masalah klasik pada saat bulan puasa adalah kenaikan harga bahan pokok. Pemerintah dapat berperan dan mengatasinya melalui penyelenggaraan pasar murah Ramadan.

Selama puasa dan terutama menjelang lebaran masalah parkir kerap pula menjadi persoalan yang cukup rumit. Maka sejak saat ini,  Pemkot harus mempersiapkan langkah-langkah taktis untuk mengatasi masalah yang kerap menjadi keluhan masyarakat terkait dengan pengelolaan parkir. Tentu yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan selama bulan puasa. Peran serta masyarakat tentu sangat dibutuhkan agar puasa tahun ini berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.