TAJUK | Ayo Bangkit Lawan Terorisme

0
159

PADA 22 Oktober 1945, di Surabaya, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari mengumpulkan para ulama. Misi besar nan mulia tersemat: Melahirkan Resolusi Jihad.

Inti resolusi itu adalah mempertahankan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia adalah pemerintah yang sah wajib dibela, dan jihad melawan Belanda merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Pada 10 November 1945, di Surabaya, pekik takbir ’’Allahu akbar’’ membahana.

Dikomando Bung Tomo, rakyat Surabaya begitu gagah perkasa berjihad melawan agresi Belanda. Heroik. Membanggakan. Dikenang sepanjang masa.

Namun, kini ideologi radikal berupaya mengubah makna mulia jihad dan pekik takbir.

Sungguh sayang, sebagian kecil kelompok tercuci otaknya. Maka, jihad bagi mereka adalah membunuh sesama hanya karena beda pandangan dan keyakinan.

Betapa kejinya ideologi radikal. Makna jihad dan takbir yang pada 1945 begitu mulia dan membanggakan arek-arek Suroboyo kini diubah dengan sesat menjadi justifikasi untuk membunuh sesama. Lihat saja, sekelompok napi teroris di Mako Brimob, Depok, menistakan kemuliaan jihad dan takbir untuk membunuh dan menyiksa para polisi.

Lalu, beberapa hari lalu di Kota Pahlawan, sekelompok teroris kembali mempertontonkan kebiadaban mereka. Merenggut nyawa dan menorehkan

luka dengan kejinya. Polosnya anak-anak pun tak mampu meredam kekejian mereka.

Munculnya ISIS di Iraq dan Syria memang telah membawa teror ke level baru, ke penjuru dunia. Sebarannya, radikalnya, lebih kuat dibandingkan era Jemaah Islamiyah atau Al Qaeda satu dekade silam.

Karena itu, pemerintah harus lebih tegas. Aparat keamanan harus lebih waspada. Intelijen harus lebih kuat. Tingkatkan tindakan preventif

melalui penang kapan jaringan teroris.

Upaya deradikalisasi memang harus digalakkan untuk membawa orang-orang yang sudah diracuni otaknya dengan radikalisme agar bisa kembali ke jalan yang benar. Namun, upaya tegas juga harus dilakukan. Negara tidak boleh lemah menghadapi radikalisme dan terorisme. Negara harus hadir memberikan jaminan keamanan bagi warganya.

Untuk warga Surabaya, untuk seluruh bangsa Indonesia, mari bangkit melawan terorisme. Buktikan kepada para teroris bahwa semangat persatuan dan persaudaraan kita tak akan surut. Kita tidak takut. Ora wedi! Wani! (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.