Tim Robotik Untad Borong Penghargaan di Kontes Robot Indonesia

0
126
Mahasiswa teknik jurusan teknik informatika yang tergabung dalam tim robotika, menyampaikan kemenangan mereka pada Kontes Robot Indonesia regional 2 di depan Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr ir Muhammad Basir SE MS diruangannya, Senin (21/5). (Foto: Humas Untad)

PALU – Tim Robotik Universitas Tadulako berhasil meraih empat penghargaan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) regional 2 yang berlangsung di Universitas Tarumanegara Jakarta beberapa waktu lalu. Penghargaan yang didapat ini pun, menjadi kebanggaan tersendiri, untuk Universitas Tadulako (Untad).

Hasil yang dicapai Tim Robotik Untad ini pun, secara langsung dilaporkan kepada Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr ir Muhammad Basir SE MS, Senin (21/5) kemarin. Dalam penyampaian yang berlangsung santai tersebut, banyak hal yang mereka ceritakan, bagaimana proses perlombaan dan persaingan dari berbagai tim robot yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia.

Tim robot yang berasal dari mahasiswa teknik jurusan teknik informatika tersebut, terbagi dari beberapa tim, antara lain, untuk kategori robot pemadam mendapat dua pengahargaan, juara satu dan strategi terbaik dari 35 universitas di Indonesia, kategori Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) mendapatkan juara dua dari 22 universitas peserta, dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Untad meraih penghargaan inovasi terbaik.

“Kalau untuk berkaki pemadam (robot pemadam), hanya tadulako yang bisa memadamkan api dan menyelesaikan misinya, serta KRSBI punya inovasi terbaik, yaitu robotnya tidak perlu di angkat lagi saat main bola,” ungkap Andreas Muila Anggota Tim Pemadam ditemui usai melakukan pertemuan di ruang Rektor.

Masing-masing tim berjumlah, 3 orang untuk Robot pemadam atau Pebeta 03, Kontes Robot Seni Tari Indonesia yang diberi nama Rataro 03 sebanyak 4 orang, KRAI atau Nanopa 5 orang, dan KRSBI atau skada rt sebanyak 5 orang. Berkat keberhasilan tersebut mereka mengucapkan terima kasih kepada pihak universitas yang sudah mendukung dalam pengerjaan robot, kedepan diharapkan untuk pendanaan pengerjaan robot dapat ditingkatkan, sehingga dapat menyamakan teknologi dengan universitas lainnya dalam pengerjaan robot.

“Jujur dari Palu secara pengetahuan bisa bersaing di luar, kendalanya teknologi yang kami gunakan belum secanggih mereka disana, kiranya harapnya dana untuk pengerjaan robot bisa ditingkatkan sehingga bisa menyamakan teknologi, karena kami teknologi yang orang bilang pas-pasan bisa unjuk gigi di sana, apalagi teknologinya kami sama,” tuturnya. (ika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.