Warga Banggai Makin Sulit Dapatkan Elpiji Subsidi

0
121

BANGGAI – Warga Kabupaten Banggai, khususnya ibu rumah tangga, keluhkan makin sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg. Kesulitan mendapatkan elpiji subsidi itu bukan hanya terjadi di kota Luwuk, tapi di 23 kecamatan seKabupaten Banggai juga mengalami hal serupa.

Ilustrasi elpiji 3 Kg. (Foto: Mugni Supardi)

Ribka, satu dari ribuan ibu rumah tangga di Luwuk yang sudah seminggu ini berkeliling kota, hanya untuk mencari gas elpiji 3 kg. Namun sangat disayangkan, hingga Selasa kemarin, tak satu pun tabung gas 3 kg berhasil didapatkan. Sehingga setiap menjelang buka puasa, dia hanya bisa membeli makanan yang dijual di emperan jalan. Demikian pula saat sahur, makanan sore yang dibelinya dijadikan sebagai santapan dingin buat sang suami dan anak-anaknya.

“Sudah seminggu saya mencari gas elpiji 3 kg. Bukan hanya di agen (pangkalan, red) dan kios, namun hasilnya sama kosong dan bahkan pihak pangkalan menyatakan tidak menjual gas 3 kg,” ucapnya.

Hal serupa terjadi di beberapa kecamatan seKabupaten Banggai, seperti di Kecamatan Toili. Rina, salah satu ibu rumah tangga di sana juga mengeluhkan hal yang sama. Akibatnya, tindakan serupa yang dilakukan Ribka, juga dilakukan oleh Rina, ibu 5 orang anak tersebut.

Dengan fenomena sulitnya mendapatkan gas 3 kg di kabupaten berpenghasilan Migas, Ribka, Rina bersama ribuan ibu rumah tangga lainnya, berharap agar pemerintah daerah kabupaten Banggai bersama aparat kepolisian resort Banggai untuk segera bertindak melakukan operasi di berbagai tempat. Sebab diduga kelangkaan ini disebabkan ada beberapa oknum yang sengaja menampung dan menjual gas elpiji subsidi tersebut ke luar daerah kabupaten Banggai, seperti di Kabupaten Morowali Utara, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Tojo Una-una bahkan sampai ke pulau Taliabo, Maluku Utara.

Mendengar keluhan warga kabupaten Banggai, Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh pun geram mendengar hal tersebut. Sehingga orang nomor satu di jajaran kepolisian resort Banggai membuat tim khusus untuk memberantas mafia gas elpiji 3 kg.

“Saya sudah membentuk tim pemberantasan gas elpiji 3 kg,” katanya.

Perwira polisi yang baru menyelesaikan pendidikan kepolisian itu kembali menegaskan tidak akan memberikan ruang kepada siapa saja yang berani menderitakan warga kabupaten Banggai, termasuk para mafia gas elpiji 3 kg. Artinya lanjut Moch Sholeh, sudah saatnya polisi bertindak dengan tegas kepada mereka yang mengambil hak rakyat miskin. (stv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.