Tak Selesai Hingga 30 Juni, Mahasiswa Untad Angkatan 2011 Harus DO

0
288

PALU – Peraturan tujuh tahun masa perkuliahan yang telah ditentukan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) otomatis sekaligus mengontrol langsung masa kuliah mahasiswa. Mau tidak mau mahasiswa harus menyelesaikan kuliah sesuai batas waktu yang ditentukan.

Mahasiswa akhir angkatan Tahun 2015 hampir di semua fakultas yang ada di Universitas Tadulako, terlihat sibuk mengurus dan menyelesaikan masa kuliah yang tinggal menghitung hari, batas waktu yang hampir habis ditambah tidak lama lagi telah memasuki waktu libur. Hal ini membuat akhirnya beberapa mahasiswa tingkat akhir resah.

Sesuai tahun ajaran yang berlaku tiap tahun dengan diatur oleh sistem pusat, batas waktu tujuh tahun bagi angkatan 2011 berakhir di 30 Juni 2018.

“Perhitungannya tujuh tahun tidak selesai anda Drop Out, bisa dihitung-hitung sendiri yah, 1 Juli sampai 31 Desember 2017 itu semester I, 1 Januari hingga 30 Juni 2018 masuk semester II, begitu rumusnya, itu resminya, berarti batas waktu mereka sampai 30 Juni 2018,” ungkap Wakil Rektor Untad bidang Akademik, Prof Dr Sutarman Yodo SH MH, ditemui diruangannya, Kamis (24/5) kemarin.

Sebelum waktu yang ditentukan yaitu 30 Juni mahasiswa meminta surat pindah dari Untad ke perguruan tinggi swasta, maka keputusan DO tidak berlaku. Selain itu keputusan DO juga tidak berlaku bagi mahasiswa yang sebelumnya sudah mengurus cuti, sehingga masa berlakunya diperpanjang sesuai masa cutinya.

“Sistem yang ada di Untad itu sistem dari Kemenristekdikti yang semua linknya ke perguruan tinggi negeri, jadi sistem yang ada di untad yang berlaku dari kemenristekdikti yaitu secara otomatis akan me nonaktifkan (DO) mereka setelah tanggal 30 Juni,” jelasnya.

Sejauh ini belum diketahui jumlah keseluruhan mahasiswa Untad yang bakal DO. Dia mengatakan, Rektor baru meminta data di Prodi. “Jumlah persisnya belum ditahu, karena data masih diminta di prodi-prodi,” katanya.

Namun jauh sebelumnya, pihak Fakultas sudah mengantisipasi, mahasiswa-mahasiswa yang terancam DO untuk ditangani secara khusus, ditangani dengan harapan yang tadinya akan DO dapat tertolong. “Saya berharap jumlah yang terancam DO tidak terlalu banyak,” tuturnya. (ika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.