Warga Protes Maraknya Poster Caleg Ditempel di Pohon

0
129

TOLITOLI – Pemerhati masalah lingkungan di Tolitoli memprotes banyaknya poster caleg yang ditempel di pohon pelindung, dengan cara dipaku di beberapa ruas jalan dalam kota. Sebab, tindakan itu bisa merusak pohon dan pemandangan.

Salah satu poster ditempel di pohon dengan cara dipaku di sepanjang Jln Veteran, dan hampir seluruh jalan protokol dalam kota Tolitoli. (Foto: Yuslih)

Direktur oprasional Yayasan Dopalak Indonesia (YDI), Marjan Hidayat SSos MSi mengatakan, apapun alasannya dan siapapun orangnya, tidak boleh memasang apalagi memaku poster di pohon pelindung.

“Sekali lagi saya tegaskan tidak ada alasan dan tidak boleh ada poster yang terpaku di pohon. Itu merusak lingkungan dan pohon itu sendiri. Kami harap pengertian dari para Caleg atau pengusaha, bahkan dinas terkait agar melindungi pohon tersebut, ” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bobby ini mendesak Pemkab Tolitoli segera memberikan aturan yang jelas terhadap para pemasang poster tersebut. Sebab, memasang poster dengan dipaku di pohon akan merusak pohon itu sendiri.

“Yang paling utama adalah merusak pertumbuhan pohon itu sendiri. Dampaknya pasti masalah pemanasan global. Kedua, terlihat kotor, di sekitar lingkungan kalau poster itu terpasang seenaknya.

Berdasarkan amatan media ini, hampir seluruh pohon dalam kota dipasangi poster dengan cara ditempel mengunakan paku. Bahkan satu pohon dipasangi dua poster, milik salah seorang calon anggota legislatif.

Sejumlah jalan yang pohon pelindungnya dipasangi poster ini, diantaranya, Jln Veteran, Jln Magamu, Sultan Hasanuddin, Malatuang, MT Haryono, Kartini, Moh Bantilan, Jln Hi Mallu, Ladapi, Ahmad Yani,  WR. Supratman bahkan hingga Jln Daud Lapau depan Mapolres Tolitoli, hingga seluruh jalan Trans Sulawesi menuju Palu.

“Kita tidak tau siapa orang ini, dan mencalonkan diri dari partai apa, tiba-tiba semua pohon dipasangi gambarnya. Yang jelas ini cukup merusak pemandangan,” ujar Eko Santoso warga Jln Veteran.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Tolitoli, melalui Kasubag Perencanaan dan Evaluasi, Nurahmansyah SP MSi, menanggapi hal tersebut mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait guna membahas masalah sorotan tersebut.

“Dari sisi regulasi, memang belum ada aturan yang spesifik masalah semacam ini. Namun kami melihat, kondisi ini cukup mengganggu dari sisi estetika, apalagi pohon pelindung memang di bawah tanggung jawab kami. Makanya kita akan bahas masalah ini melalui rapat dengan melibatkan semua elemen terkait, ” kata pria yang akrab disapa Maman ini.

Jika memungkinkan menurutnya, pihaknya akan segera merumuskan rancangan Peraturan Daerah terkait perlidungan terhadap pohon pelindung, khususnya tidak melakukan pengrusakan dengan memaku pohon.(yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.