Dituding Pelecehan Seksual, Kepala BNN Palu Dicopot

0
583

PALU – Tindakan asusila diduga dilakukan salah seorang Perwira Menengah (Pamen) Polri yang ditugaskan sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada 8 orang wanita, yang juga pegawai di BNNK Palu dan BNNK Donggala, mengaku sebagai korban tindakan asusila dari AKBP Sumantri Sudirman.

Kasus ini pun, terkuak setelah salah seorang pegawai perempuan di BNN Kota Palu, meminta pindah dari BNN Kota Palu untuk kembali ke Pemerintah Kota Palu. Setelah ditelusuri ternyata, ketidaknyamanan pegawai tersebut, diduga karena sikap  dari sang Kepala Badan, yang kerap melakukan aksi tidak senonoh. Informasi ini sendiri sudah merebak di internal BNN Kota Palu dan BNN Provinsi, juga telah menjadi bahan pembicaraan hingga ke luar BNN. “Kata-katanya kadang suka menjurus ke hal-hal cabul dan kerap melakukan kontak fisik berupa memegang bokong dan payudara pegawai perempuan,” ungkap sumber yang mewanti-wanti untuk tidak menyebut identitasnya.

Tidak ingin disebut memfitnah, sang korban pun akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan langsung atas apa yang dialaminya ke pihak BNN RI serta BNNP yang ditembuskan ke Polda Sulteng serta Ombudsman Perwakilan Sulteng dan beberapa lembaga terkait. Laporan ini pun langsung diproses, hingga akhirnya terkuak beberapa orang korban lainnya, yang mengaku pernah mengalami tindakan pelecehan oleh AKBP Sumantri Sudirman. “Total korban ada 8, jadi 7 orang di BNN Kota Palu, 1 orang lagi di BNN Kabupaten Donggala,” sebut sumber.

Masih menurut sumber, aksi yang dilakukan itu, sudah berlangsung sejak 2014 silam, ketika dirinya pertamakali menjabat sebagai Kepala BNN Kota  Palu, dan kemudian dipindahkan ke BNN Kabupaten Donggala dan kembali masuk sebagai Kepala BNN Kota Palu. Setelah dilakukan proses oleh BNN Provinsi, terlapor akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BNN Kota Palu dan dipulangkan kembali ke Polda Sulteng, terhitung sejak tanggal 22 Mei 2018. “Sekarang yang bersangkutan sudah di Polda, saat ini proses disiplinnya dilakukan Propam Polda Sulteng,” jelasnya.

Radar Sulteng berhasil menelusuri salah seorang dari korban dugaan pelecehaan ini. Korban yang meminta namanya tidak dikorankan tersebut, mengakui tindakan pelecehan  yang dilakukan AKBP Sumantri Sudirman terhadap dirinya bersama rekan-rekannya memang sudah berlangsung lama. “Saya juga korban, saya juga dipegang-pegang dan coba diajak berhubungan (intim), tapi saya tolak. Ada teman saya malah yang lebih parah, sampai coba diperkosa. Kami sebenarnya malu juga membuka ini, karena ini pasti membawa nama institusi malu, tapi kelakuannya itu tidak bisa ditolerir,” ujar korban yang juga pegawai BNN Kota Palu itu.

Korban pun enggan bercerita lebih banyak, karena mengaku trauma atas apa yang dialaminya dan beberapa rekannya. Hal ini pun dianggapnya aib, dan dapat membuat keluarganya terpukul bila mengetahui. Dia berharap, aparat kepolisian bersikap adil dalam melakukan proses kasus ini. Jangan sampai karena yang bersangkutan adalah perwira polisi, sehingga kasus ini tidak ditangani dengan serius.

Untuk memastikan apakah benar ada surat laporan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh mantan Kepala BNN Kota Palu itu, wartawan pun sempat bertemu dengan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng, Sofyan Farid Lembah. Dia membenarkan, bahwa Ombudsman juga menerima surat laporan pegawai BNN Kota Palu yang merasa menjadi korban pelecehan. “Iya kami juga terima, tapi sifatnya hanya tembusan. Kami tidak bisa proses, karena sudah ditangani lebih dahulu oleh Propam Polda Sulteng. Yang bersangkutan informasinya juga sudah dicopot dari jabatannya,” ungkap Sofyan.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Andjar Dewanto, mengakui, bahwa AKBP Sumantri Sudirman memang telah dimutasi kembali ke Polda Sulteng. Hal itu kata Andjar, merupakan kebijakan pimpinan BNN Pusat. Dia pun enggan berkomentar lebih jauh terkait dugaan pelecehan yang dilakukan AKBP Sumantri Sudirman. “Yah memang ada kaitan dengan laporan itu. Tapi kan kita belum bisa pastikan apakah benar, makanya sekarang sedang diproses Propam Polda Sulteng. Seperti apa perkembangan proses disiplinnya silahkan di Polda,” sebut Andjar.

Lebih lanjut disampaikan Andjar, untuk sementara BNN Pusat menunjuk Osland Daud, mantan Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi, untuk mengisi jabatan Kepala BNN Kota Palu. “Pak Osland untuk sementara jabat Kepala BNN Kota,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono yang tugasnya memiliki prinsip keterbukaan dan tidak menyembunyikan data serta fakta, mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Pamen Polri ini.

“Informasi itu belum kami dapatkan dalam laporan resmi dari Propam Polda Sulteng,” kata juru bicara Polda tersebut.

Namun, yang disayangkan, selaku Humas, dirinya enggan untuk mengkroscek langsung ke pihak Propam Polda Sulteng terkait informasi ini. Wartawan sendiri, tidak bisa langsung mencari informasi ke Propam, sebab Polda Sulteng menerapkan satu pintu untuk penyaluran informasi dan semuanya ada pada Humas Polda Sulteng.

Menanggapi tudingan tersebut, AKBP Sumantri Sudirman yang dihubungi Radar Sulteng, mengaku belum ingin banyak berkomentar. Dia pun hanya mengatakan, bahwa tudingan yang dialamatkan kepada dirinya itu, bersifat fitnah yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak menyukainya. “Nanti saja, tunggu waktu yang tepat saya jelaskan,” singkat Sumantri Sudirman. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.