Kantor Perikanan Buol Terancam Ambruk

0
188

BUOL – Bangunan mega kantor Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Buol, yang baru masuk dua tahun ditempati ASN maupun para honorer terancam ambruk. Pasalnya, hampir seluruh ruangan di lantai dua menggunakan bahan keramik tiba-tiba terangkat dan pecah. Diduga perencanaan awal pekerjaan tidak matang, sehingga kualitas bangunan rendah.

Inilah bangunan kantor Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buol, yang kini terancam ambruk. (Foto: Rustam Baculu)

“Saya terpaksa pindah ruangan untuk kerja setiap hari. Takut bangunan akan robah atau ambruk ke bawah, ” ungkap Kepala Diskanlut Buol, Syafrudin U Tarakal SP, kepada Radar Sulteng, Rabu (30/5).

Dia mengatakan kejadian ini sudah lama terjadi, tiba-tiba lantai keramik terangkat dan meledak. Seluruh ruangan yang  ditempati pegawai di lantai dua termasuk ruangan Kepala Dinas (Kadis) sudah terkelupas dan berbahaya untuk ditempati lagi. Sebab posisi lantai terasa bergetar jika selalu dilewati kesana kemari.

Dijelaskannya, kejadian ini sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Buol, selaku pelaksana pekerjaan. Bersama Inspektorat dan Kejaksaan, pihak Dinas PU telah turun melakukan peninjauan di bangunan kantor Diskanlut, namun belum ada tanda-tanda akan dibenahi.

Pantauan media ini, pegawai yang bekerja di Diskanlut mulai khawatir dengan kondisi bangunan, yang pembangunannya saat itu menelan anggaran sebesar miliaran rupiah. Saat ini, para pegawai ASN maupun honorer sebagian memilih tempat kerja di lantai bawah, yang dianggap aman dari bahaya tetapi berisiko jika tidak segera dilakukan perbaikan.

Perbaikan dilakukan, guna mengantisipasi ancaman keselamatan jiwa pegawai yang bekerja setiap hari di kantor tersebut.

“Saya sudah sampaikan kepada seluruh pegawai, agar berhati-hati ketika ada bangunan itu mendadak roboh. Segera bergegas keluar ruangan untuk menyelamatkan diri masing-masing, “pungkas Syafrudin.(tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.