Kilo Meter 47 Kulawi Amblas, Dinas BMPR Cutting Tebing

0
140
Alat berat dioperasikan untuk membuka akses jalan bagi kendaraan di lokasi amblasnya salah satu titik jalan di Desa Omu, Gumbasa, Sigi, Jumat (1/6). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Jalur trans Sulawesi Palu – Kulawi tepatnya di Kilo Meter (KM) 47 amblas tepatnya di Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Akibatnya beberapa jam akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Amblasnya sebagian badan jalan diakibatkan luapan air sungai Miu dan curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan longsor hingga menutupi badan jalan.

Pantauan di lapangan, jalur yang menjadi jalan utama tujuan dari Kota Palu ke Kecamatan Kulawi dan Pipikoro menjadi rawan dan berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Sebelum alat berat diturunkan untuk membuka akses jalan, sejumlah warga berinisiatif dengan alat seadanya membuat jalan agar kendaraan bisa melintas dengan perlahan. Tampak petugas lalu lintas Polres Sigi, bersama anggota Koramil Kabupaten Sigi mengatur arus lalu lintas secara bergantian agar kendaraan bisa teratur melintas.

Sekitar pukul 14.00 wita, satu alat berat tiba di lokasi untuk melakukan pembukaan jalan. Saat dilakukan pekerjaan jalan tersebut arus lalau lintas sempat terhenti selama kurang lebih satu jam.

Bupati Sigi Irwan Lapata, usai meninjau langsung jalan yang amblas mengatakan bahwa untuk kewenangan tidak ada sangkut pautnya dengan Pemkab Sigi, karena kewenangan jalan utama ini milik pihak Provinsi Sulteng, maka dirinya langsung berkoordinasi dengan Kelapa Dinas PU Provinsi Sulteng dan Balai Wilayah Sungai.

“Saya langsung koordinasi dengan PU Sigi menyiapkan alat untuk melakukan perbaikan jalan segera mungkin. Karena melihat cuaca yang tidak memungkinkan di musim hujan maka alat akan disiagakan di jalan ini untuk mengantisipasi adanya longsor atau bencana susulan,”ungkapnya.

Irwan menambahkan, melihat kondisi jalan yang vital, ia meminta agar adanya jalan alternatif yang dapat dibangun, karena melihat kondisi jalan yang ada berbatasan langsung dengan sungai. Dikhawatirkan kalau tidak ada jalan alternatif, dimungkinkan bisa kembali ambalas jika tidak segera dicarikan solusi untuk pembukaan jalur lainnya.

“Kalau hanya membuka akses jalan di dekat jalan yang amblas kondisinya tidak memungkinkan, sehingga harus dipikirkan bagaimana membuka akses jalan alternatif lainnya dengan harus memotong lahan milik warga yang tidak jauh dari lokasi jalan amblas,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Kadis PU Sigi Iskandar Nontji, menurut Iskandar pekerjaan yang dilakukan ada dua bagian, dimana pertama membuka akses jalan dan yang kedua di bagian sungai akan dikerjakan Balai Sungai Wilayah Sulteng. “Diupayakan pekerjaan harus secepatnya dapat difungsikan. Alat berat harus standby, jika sewaktu-waktu terjadi longsor lagi,” katanya.

Iskandar menjelaskan, bahwa di ruas jalan Palu-Kulawi ada berapa titik yang menjadi rawan longsor dan jalan amblas di saat musim hujan di wilayah Kabupaten Sigi. “Untuk wilayah jalur poros Trans Sulawesi Kalukubula- Kalawara sudah menjadi langganan longsor. Kalau saat curah hujan tinggi dari KM 47 sampai KM 59 jalan Trans Sulawesi Palu-Kulawi adalah titik rawan, hampir setiap tahun sering terjadi longsor,” jelas Iskandar.

Sementara salah seorang warga Wisnu, yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian mengungkapkan, jalan tersebut amblas sekitar pukul 05.00. Kata Wisnu pertama kali disampaikan pengendara motor yang lewat.

“Ini tadi pas orang salat subuh, ada tadi pagi orang yang dari kampung sebelah lewat jadi langsung singgah di rumah beritahu kalau jalan di sini longsor,” ungkapnya kepada Radar Sulteng

Lanjut Wisnu, sudah dua kali terjadi longsor di jalur tersebut. Sebelumnya kata dia terjadi pada tahun 2007, dirinya menduga jalan ini longsor karena volume air sungai meningkat dan menggerus hingga ke badan jalan, setelah sehari sebelumnya di daerah tersebut diguyur hujan.

“Sudah seminggu ini kalau sore-sore pasti hujan, dan ini banjir kiriman dari atas (hulu) semua makanya banjir besar dan mengikir badan jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) langsung bergerak cepat menagani ruas Jalan Palu-Kulawi kilo meter (km) 47 yang amblas akibat diterjang banjir dan longsor itu.

Dinas BMPR Sulteng melalui PPTK Pemeliharaan Jalan Wilayah Kabupaten Sigi Amir Sakka, ST, M.Si dikonfirmasi Radar Sulteng, mengatakan pihaknya sudah melakukan cutting tebing untuk memperluas dan memperlancar arus lalu lintas dan tidak ada dilakukan penimbunan. “Kami buat jalur jalan baru dengan melakukan cutting tebing. Longsor yang menutupi badan jalan sepanjang 45 meter sudah ditangani,” jelasnya. Sebenarnya kata melakukan cutting tebing akses jalan tidak sampai putus total masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan roa empat sejak dari pukul 10.00. Hanya saja untuk kendaraan jenis truk tidak diizinkan melintas. “Sekitar 17.00 jalan sudah dibuat lebar menjadi 4 meter sampai 5 meter dan arus lalu lintas sudah kembali lancer,” katanya.

Menurut Amir Sakka, yang menyebabkan jalan amblas karena luapan air sungai di Desa Omu, sehingga air sungai meluber dan menggerus sisi tebing jalan.

Untuk langkah selanjutnya kata Amir, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke satker di BWS dan rencananya besok (hari ini, red) satu unit alat excavator milik BWS akan melakukan perbaikan tanggul sungai yang jebol disapu banjir. “Kemudian kami akan melanjutkan pekerjaan cutting tebing pada kilo meter  57+200 Desa Salua. Dimana badan jalan juga ambrol, namun hingga saat ini status jalan masih bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” jelasnya. (win/who/acm/ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.