TAJUK | Banjir, Jalan Putus, dan Kesigapan Pemerintah

0
177

BANJIR kembali terjadi di beberapa daerah. Dari Kabupaten Banggai dilaporkan, ratusan rumah warga di Desa Sukamaju dan Desa Sukamaju I Kecamatan Batui Selatan terendam air. Peristiwa ini dipicu oleh hujan lebat yang terjadi di wilayah itu awal pekan ini. Selain merendam kawasan perumahan, hujan lebat sempat menutup badan jalan dan kawasan persawahan.

Peristiwa serupa terjadi pula di Kabupaten Tolitoli. Beberapa titik di Kota Tolitoli dilaporkan terendam. Meski ketinggian air tidak separah peristiwa yang terjadi Ramadan tahun 2017, warga sudah melakukan tindakan antisipatif.  Mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat-tempat yang dinilai aman.

Peristiwa terkini, beberapa akses jalan dikabarkan putus. Jalur Palu-Kulawi tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat sejak pagi kemarin. Di titik 57 Km dari Kota Palu, Desa Omu Kecamatan Gumbasa, badan jalan tergerus derasnya air sungai. Demikian pula, Jalur Trans Sulawesi dari Ampibabo-Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), juga mengalami kerusakan. Jembatan darurat di Desa Buranga hanyut terbawa banjir.

Kita berharap di tengah situasi seperti ini, seluruh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait dapat bertindak sigap. Setiap instansi memahami peran dan fungsinya masing-masing. Tahu akan melakukan apa sehingga kerusakan bisa diatasi secara tepat dan masyarakat yang terdampak pun segera ditangani. Terutama akses jalan perlu diupayakan untuk dilakukan langkah-langkah penanggulangan darurat agar lalu lintas segera normal kembali.

Perbaikan jalan makin penting mengingat momentum arus mudik yang sudah di depan mata. Jalur Ampibabo-Moutong dan terus ke Provinsi Gorontalo merupakan akses vital yang perlu mendapat perhatian khusus pemerintah. Demikian pula di jalur Palu-Kulawi. Kita harapkan agar gangguan yang ada sejumlah titik di jalan provinsi ini bisa segera diatasi dan arus lalu lintas pulih.

Terkait dengan potensi banjir di sejumlah wilayah, pemerintah daerah dan masyarakat hendaknya selalu waspada. Seperti di Kabupaten Tolitoli yang pernah mengalami banjir beberapa waktu yang lalu. Apa pun yang dinilai menjadi pemicu banjir pada waktu itu, dari sekarang hendaknya sudah diantipasi.

Untuk hal-hal sederhana, seperti sampah yang menyumbat drainase sebaiknya sudah dibersihkan oleh warga. Sementara untuk hal-hal besar, seperti sungai yang perlu pengerukan seyogianya sudah ditangani pemerintah. Hanya dengan cara seperti ini, kerusakan yang potensial terjadi dapat diminimalisir. Semua pihak harus proaktif dan saling bahu-membahu agar trauma masa lalu tidak berulang lagi.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.