H-1 Sampai H-7, Jasa Raharja Monitoring Langsung Korban Kecelakaan

0
318

PALU – PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Tengah berpartisipasi aktif dalam Operasi Ketupat Tinombala 2018. Partisipasi Jasa Raharja dalam upaya meningkatkan keselamatan masyarakat yang akan melakukan mobilitas di Hari Raya Idul Fitri 1439 H, diantaranya membuka posko pelayanan PAM.

Safarudin

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulteng, Safarudin SP mengatakan, posko Pelayanan PAM Lebaran 2018 atau Posko Kantor pada periode H-7 sampai H+7, petugas posko melakukan monitoring terjadinya kecelakaan, memantau korban kecelakaan yang dirawat di Rumah Sakit dan Puskesmas, serta memberikan guarantee letter (surat jaminan). “Dengan melakukan koordinasi bersama mitra kerja (Kepolisian) guna mempercepat proses pembayaran dana santunan,” ucapnya.

Untuk pembayaran korban Kecelakaan periode H-7 sampai hari H, dibayarkan selambat-lambatnya 21 Juni 2018, Kecelakaan periode H+1 sampai H+7, dibayarkan selambat-lambatnya 25 Juni 2018. Adanya kerjasama dengan mitra kerja Bank BRI pada H-6 tepatnya (Sabtu, 9 Juni 2018) santunan meninggal dunia dapat dibayarkan kepada ahli waris korban kecelakaan yang terjadi pada H-7 tepatnya Jumat, 8 Juni 2018 di Desa Ombo Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala pukul 16.30 Wita.

“Kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki (pjk) Sitiara (61) dengan sepeda motor tersebut mengakibatkan Sitiara mengalami luka di kepala dan meninggal dunia di Puskesmas Tompe pukul 17.00 Wita. Santunan meninggal dunia Rp50 juta diterima oleh Farid sebagai ahli waris korban,” jelasnya.

Safarudin menjelaskan, Jasa Raharja juga membuka Pos Pelayanan Kesehatan cuma-cuma kepada masyarakat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, menyediakan  Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) di terminal Mamboro, terminal Tipo, terminal Petobo, dan Pelabuhan Pantoloan.

Kata dia, PT Jasa Raharja (Persero) Sulawesi Tengah juga memberikan bantuan kepada Polda Sulawesi Tengah melalui Ditlantas Polda Sulawesi Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah, dan Organda Provinsi Sulawesi Tengah berupa Sarana Pencegahan Kecelakaan.

“Yang kami berikan Helm 80 unit, roling banner 2 unit, traffic cone 220 unit, barikade 50 unit, rompi scottlight 470 unit, jas hujan 80 unit, life buoy 50 unit, life jacket 40 unit, papan info UGD 10 unit, senter polisi 75 unit, stik cone 70 unit, pemecah palu 20 unit, tenda pos polisi 1 unit dan tenda payung 2 unit,” sebutnya.(umr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.