Pengunjung Danau Tambing Tenggelam

0
522

PALU – Danau Tambing, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, memakan korban, Minggu (24/6). Remon seorang pemuda berusia 20 tahun asal Desa Balane, Kabupaten Sigi, yang berwisata di danau ini tenggelam sekitar pukul 15.21 wita.

Remon ( kanan) korban yang tenggelam di Danau Tambing, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Minggu (24/6). (Foto: Rizka Rahmadani)

“Banyak yang bilang dia naik rakit, tidak lama langsung jatuh ke danau. Dia  sempat panggil-panggil temannya tidak ada didengar, terakhir cuman diliat tanganya yang melambai,” kata salah seorang keluarga korban, Rizka Rahmadani dihubungi Radar Sulteng, Minggu (24/6) malam.

Diketahui ada korban tenggelam, teman Remon dan petugas wisata Danau Tambing pun melakukan pencarian dengan alat seadanya. Rizka menjelaskan,

Remon, anak komunitas Lembaga Pencinta Alam Matantimali Pecinta Alam (LPA  MATIMPA) ini bersama keempat temannya pada, Jumat (22/6) malam berangkat dengan menahan mobil di jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Biromaru.

“Saya sempat temani dia tahan mobil dari Biromaru, dapat mobil itu nanti jam 03.30 wita,” lanjut Rizka.

Rizka mengakui, ada beberapa tanda atau firasat yang dia baru sadari saat ini. Beberapa hari yang lalu Remon yang diketahui anak yang sangat humoris tiba-tiba lebih banyak berpikir, gelisah dan pendiam.

“Dia orangnya heboh dan lucu, tapi betul-betul dua hari ini dia beda, wajahnya juga kelihatan pucat,” terangnya.

Dari penelusuran Radar Sulteng di media sosial informasi tenggelamnya Remon viral baik itu di facebook dan instagram kota Palu. Pemilik akun facebook Remon Naksapurata (Samiun) ini juga sempat menuliskan status pada 13 Juni yang lalu. Ada dua status yang dia bagikan dengan waktu yang hampir bersamaan.  Yang pertama pada pukul 05.41 wita, Remon membagikan sebuah frame. Di dalam frame itu tertulis “bukan munafik, tapi terkadang menjauh itu lebih baik, daripada deket, tapi cuman bikin sakit hati,”. Sedangkan pada pukul 05.41 wita dia kembali membagikan status “dalam diam aku memotretmu, dalam diam aku memperhatikanmu, dalam diampun aku mencintaimu,” tulis Remon lagi.

Terpisah, Kepala Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu, Basrano mengungkapkan,  setelah mengetahui informasi tersebut pada pukul 16.05 wita dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng. Pihaknya juga langsung melakukan konfirmasi ke pengelola dan membenarkan tentang kejadian tersebut. 1 tim rescue berjumlah 12 orang dengan menggunakan 1 unit truk personel, 1 unit rescuecar dan 1 unit motor trail serta peralatan SAR lengkap sekitar jam 19.35 wita tadi malam dikabarkan tiba dilokasi.

“Selanjutnya melakukan persiapan untuk operasi SAR besok paginya (hari ini, red),” sebut Basrano. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.