Untad Bertekad Bayar Kegagalan ONMIPA Tahun Depan

0
117

PALU – Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) yang sudah berlangsung beberapa bulan lalu, membawa Universitas Tadulako  berada di urutan ke delapan pada mata pelajaran biologi.

Ilustrasi Universitas Tadulako. (Foto: Humas Untad)

Hal ini dianggap suatu kegagalan yang harus dilakukan perbaikan dan pembinaan lebih dalam kepada mahasiswa yang akan mengikuti event ONMIPA tahun depan. Berbagai hal mulai direncanakan, mulai seleksi hingga pembinaan yang akan dilakukan oleh empat dosen khusus dari FKIP dan MIPA.

“Sekitar November kita sudah mulai, begitu selesai satu semester penilaian mahasiswa baru, kita mau kader untuk persiapan bibit baru,” tegas Kepala Bagian Kemahasiswaan, Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) Untad, Kamelia Burhan.

Dijelaskannya, mahasiswa peserta event ONMIPA maksimal mahasiswa semester delapan. Dan lanjut dia, memang yang bisa ikut ke tingkat nasional mahasiswa semester tujuh. “Maksudnya yang sudah senior, karena lombanya itu mata kuliah tingkat tinggi,” jelas Kamelia, Jumat (29/6).

Pada pelaksanaan ONMIPA beberapa bulan lalu, berdasarkan evaluasi Untad hanya meraih juara harapan atau urutan ke delapan mata pelajaran biologi. Sehingga ke depan harus dibahas lebih baik dan mengubah pola seleksi. Jika tahun lalu pola seleksi dengan menerima semua mahasiswa untuk seleksi, tahun depan dilakukan pembinaan. Semua prodi mengutus lima mahasiswa terbaiknya untuk kemudian dilakukan pembinaan hingga jelang hari perlombaan.

“Kemarin pak rektor kasi kebijakan untuk ONMIPA, kita memberangkatkan empat dosen di kategori yang dilombakan dan akan kita bentuk di akhir tahun, dan untuk lima mahasiswa terbaik per-prodi akan kita bina selama dua bulan, untuk dilombakan di Februari (tahun) depan,” jelasnya.

Mata pelajaran MIPA dalam ONMIPA tersebut dapat diikuti seluruh ilmu eksakta, bukan hanya terfokus pada FMIPA atau FKIP. Karena menurutnya, terbukti dari pengalaman seleksi ONMIPA tingkat universitas sebelumnya ranking tertinggi untuk mata pelajaran kimia justru diraih mahasiswa pertanian, dan untuk fisika nilai tertinggi mahasiswa teknik jurusan arsitek. Dan kata dia, tidak menutup kemungkinan fakultas lain pun dapat mengikuti seleksi tersebut.

“Jadi itu bukan hanya even dua fakultas saja, kedokteran juga bisa ikut, walaupun akhir mereka rasa susah, mereka pikir pelajaran biologi kan, dosen yang ditunjuk nanti adalah dosen yang juga juri di OSN SMA, jadi pengalaman mereka diambil sebagai bahan pembinaan nanti, dan berharap kita harus lebih baik tahun depan, itu targetnya,” tutupnya.(ika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.