RSUD Undata Bantah Ada Sopir Ambulancenya Terlibat Pencurian Ternak

0
293

PALU – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Undata Palu membantah kalau salah satu pelaku dugaan pencurian hewan ternak di Pasar Talise, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore adalah karyawan atau sopir ambulance di rumah sakit tersebut.

Kasubag Perlengkapan RSUD Undata Palu, Atmudin. (Foto: Istimewa)

Salah seorang terduga pelaku, Siswono alias Sis kepada petugas kepolisian mengaku karyawan RSUD Undata Palu sebagai sopir ambulance. Bersama tiga rekannya lagi, dia nyaris tewas diamuk massa karena diduga mencuri ternak, Kamis (28/6) lalu.

Kasubag Perlengkapan RSUD Undata Palu, Atmudin SKM mengatakan bahwa salah seorang pelaku pencurian hewan ternak itu hanya memberikan pernyataan yang tidak benar kepada polisi. Sebab dari data  karyawan atau sopir ambulance di RSUD Undata Palu, tidak ada satupun bernama Siswono alias Sis yang kini telah diamankan pihak kepolisian.

“Saya sudah cek pada bagian perlengkapan di rumah sakit, dan nama-nama sopir ambulance, kami tidak temukan nama yang dimaksud oleh aparat kepolisian tersebut,” katanya, Sabtu (30/6).

Ia menjelaskan, pegawai lainnya baik berstatus honorer maupun berstatus Aparat Sipil Negara (ASN), tak ada yang bernama Siswono. Termasuk eks pegawai RSUD Undata Palu , dari data tak ada juga bernama Siswono.

“Data kami lengkap, ada nama-nama pegawai lama dan baru. Pokoknya tidak ada yang bernama Siswono,” ujarnya lagi.

Atmudin kemudian menyebutkan siapa saja pegawai di RSUD Undata Palu, khususnya yang bertugas menyopiri ambulance. Antara lain, koordinator sopir ambulance bernama Juliadin, anggotanya Wahyudin, Ismail, Nasrudin, Afdal, dan Ridwan.

“Hanya itu saja nama yang bekerja sebagai sopir ambulance di Undata ini, tidak ada bernama Siswono,” tegasnya.

Diketahui bahwa pelaku yang mengaku sebagai salah seorang sopir ambulance RSUD  Undata Palu, yakni Siswono alias Sis, tertangkap bersama tiga rekannya Agus, Pudin, dan Alfin alias Midun, setelah ketahuan melakukan dugaan pencurian hewan ternak milik warga di daerah Kota Palu.

Keempat pelaku diamankan di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Warga yang tidak terima dengan perbuatan para pelaku langsung saja meluapkan emosi. Keempatnya pun akhirnya jadi bulan-bulanan warga, baru kemudian diserahkan ke pihak berwajib untuk diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.