Singgung Soal Etnis, Samsurizal Dilapor ke Polisi

0
430

PARIMO – LSM Singgani Parigi resmi melaporkan Samsurizal Tombolotutu ke Kepolisian Resor Parimo (Polres). Laporan tersebut terkait dugaan statement Samsurizal yang dianggap merendahkan salah satu etnis di Parimo.

Perwakilan masyarakat dan LSM Singgani saat berdialog dengan Kapolres Parimo.

Ketua LSM Singgani, Mohammad Taher mengatakan, laporan tersebut tidak ada kaitannya dengan politik. Pihaknya melaporkan Samsurizal karena diduga melawan hukum.

Ia mengungkapkan, satement tersebut disampaikan pada saat pemaparan visi misi di depan public dan dinilai sebagai perbuatan melawan hukum yang diatur dalam KUHP terkait dengan kejahatan terhadap ketertiban umum, dijelaskan dalam pasal 156 KUHP.

“Jadi unsurnya di depan umum dan merendakan etnis tertentu,” jelas Taher.

Selain melanggar pasal 156 KUHP, Samsurizal yang pada saat itu bersatus sebagai  pasangan calon Bupati Parimo juga dianggap melanggar undang-undang nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis yang di jelaskan dalam pasal 4 bab 3 huruf B poin 2.

Ia menambahkan bahwa yang dilakukan oleh pihaknya adalah soal bagaimana menerapkan prinsip equality before the law dan mendorong kepastian hukum untuk ditegakkan di Kabupaten Parimo.

“Hari ini rencananya kami akan di BAP polisi,” ungkapnya, Senin (2/7).

Sebelum melapor, mereka sempat berdialog dengan Kapolres Parimo, AKBP Sirajjudin Ramli SH. LSM Singgani bersama dengan sejumlah warga yang berasal dari berbagai Desa di wilayah Parigi juga ikut menggelar aksi di sepanjang jalan trans Sulawesi dan di depan Mako Polres Parimo. (Iwn)

Selengkapny baca di Radar Sulteng edisi Selasa (3/7/2018)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.