Zetizen Radar Sulteng Kembali Gelar Summer Class Intership

0
227
Wapemred Radar Sulteng Rahmat Bakri (tengah) usai pembukaan Summer Class Intership, kemarin (1/7), foto bersama dengan peserta kegiatan rutin Zetizen Radar Sulteng tersebut. (Foto; Zetizen Radar Sulteng)

PALU – Zetizen Radar Sulteng kembali menggelar Summer Class Intership di Mabes Zetizen Radar Sulteng, Minggu-Jumat (1-6/7). Kegiatan ini merupakan pelatihan minat dan bakat anak muda. Terdapat empat kelas sesuai dengan bakat yang diminati yakni Writing Class, Photography Class, Event Class, dan Videography.

Sebanyak 25 peserta yang terpilih melalui seleksi yang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Kota Palu di antaranya SMAN 1 Palu, SMAN 2 Palu, SMKN 3 Palu, SMKN 2 Palu, SMA Madani, SMA Al Azhar, SMP Madani, MAN 2 Palu dan ada juga  dari kalangan mahasiswa dari Untad dan IAIN.

Wakil Pimpinan Redaksi (Wapemred) Radar Sulteng Dr Rahmat Bakri SH MH  dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, di tengah situasi yang serba tidak terduga seperti sekarang ini,  setelah televisi atau radio, ada gelombang perkembangan informasi seperti internet yang sangat pesat. Di tengah perkembangan seperti ini kata dia, harus selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi perkembangan tersebut.

“Dan cara terbaik untuk menghadapi perkembangan itu, bagusnya dimulai dari usia seperti para peserta sekarang,” kata Rahmat.

Lanjut Rahmat, dengan perkembangan informasi yang semakin canggih, sumber belajar semakin luas dan beragam. Oleh karena itu sekarang guru bukanlah satu satunya sumber untuk mendapatkan informasi. Tapi internet melalui Google menjadi sumber yang paling banyak, akan tetapi jangan lupa bahwa mesin juga tidak sesungguhnya bisa menggantikan manusia.

“Kalau dengan Google semua bisa dijawab, tapi Google tidak pernah mengerti perasaan kita. Justru dengan teman-teman yang lain yang juga kita bisa memperoleh informasi, itu sangat bisa mengerti perasaan kita,” lanjutnya.

Menurut Rahmat, ada kemajuan di kegiatan tersebut, pasalnya kegiatan tersebut tidak hanya mencakup dari kalangan siswa melainkan, mahasiswa pun ikut bergabung. Artinya, kata Rahmat, sepak terjang kegiatan Zetizen sudah mulai berkembang di lingkungan kampus. Oleh karena itu dirinya berharap agar kegiatan seperti ini, semakin dikembangkan khususnya untuk anak-anak muda yang ada di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya berharap nanti, suatu saat Zetizen bisa memperkenalkan dan memperluas hingga menjangkau teman-teman yang ada di Kabupaten seperti Sigi, Donggala hingga seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, Insya Allah ini juga bisa diadakan oleh adik adik yang sekarang  jadi peserta. Ini penting, supaya adik adik sekalian yang ada di sini bisa berbagi pengalaman,” demikian Rahmat.

Ketua Panitia, Putri Siviera mengatakan kegiatan ini merupakan pelatihan minat dan bakat khususnya di bidang menulis, event, foto dan videography. Kata dia, ini sudah angkatan yang kelima sejak tahun 2015 lalu. Kegiatan seperti ini juga digelar 2 kali dalam setahun.

“Selama satu tahun itu ada dua kali kegiatan seperti ini, yaitu Summer dan Winter Class Internship. Kalau summernya itu pada bulan Juli, sementara Winternya nanti bulan Desember 2018,” kata Putri.

Selain mengembangkan bakat, kegiatan ini bertujuan untuk meng-kader crew Radar Sulteng. Oleh karena itu para peserta harus melewati proses yang cukup ketat.

Putri mengungkapkan, awalnya peserta yang mendaftar 50 orang, setelah diseleksi terpilihlah 25 peserta, yang kemarin tengah mengikuti pelatihan pertama.

“Seleksinya itu kita sesuaikan dengan kelas mana yang mereka mau ikuti, seperti yang mau ikut kelas event kita lihat dari kegiatan-kegiatan apa yang pernah mereka buat sebelumnya, kalau menulis kita lihat dari karya tulisannya begitu juga dengan foto dan videography, kita seleksi dari hasil karyanya mereka,” sambungnya.

Dia berharap para peserta yang bergabung agar serius mengikuti materi-materi yang diajarkan serta bisa diterapkan di bidangnya masing-masing. Dan menjadikan Zetizen Radar Sulteng ini keluarga baru. Di mana para peserta pelatihan bisa diskusi, bertukar pikiran dan menghasilkan karya terbaik sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

“Kalau menurut saya ini sangat bagus, khususnya anak muda, karena pembelajaran bukan hanya di sekolah, apalagi mereka ini punya minat dan bakat, jadi kita di sini sediakan wadahnya. Kemudian saya berharap untuk teman-teman yang baru gabung di Zetizen Radar Sulteng, agar bisa menjadikan Mabes Zetizen Radar Sulteng ini jadi rumah keduanya,” tandasnya.  (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.