Ini Penjelasan KPU dan Polres Parimo Terkait Kotak Suara di Sidoan dan Toribulu

0
2589

PARIMO – Puluhan kotak suara Kecamatan Sidoan dan Toribulu, Kabupaten Parimo diinformasikan diinapkan di rumah oknum sekretaris PPK dan dalam kondisi tidak digembok.  Informasi tersebut viral di media sosial terutama akun warga Parimo mellaui unggahan video.

Video yang viral soal kotak suara di Sidoan dan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. (Source: capture from facebook.com)

Di video itu terlihat terjadi adu mulut dan protes sejumlah warga serta aparat kepolisian dan TNI.

Ketua KPU Parimo, Amelia Idris yang dikonfirmasi terkait video viral tersebut membantahnya.

“Tidak ada pembongkaran kotak suara,” ujar Amelia singkat.

Ketua Panwaslu Kabupaten Parimo, Muhlis Aswat mengatakan, sesuai informasi yang ia peroleh peristiwa yang terjadi hanyalah pelemparan mobil yang membawa kotak suara.

“Setahu saya pelemparan mobil, bukan pembongkaran kotak suara,” jelasnya.

Sedangkan aksi protes massa seperti dalam video tersebut merupakan protes kotak suara sisa yang tidak disimpan di kantor camat, melainkan di kantor sekretariat PPK.

Kapolres Parimo, AKBP Sirajjudin Ramli yang juga dikonfirmasi menyebutkan, pada Senin (2/7/2018) sekitar pukul 09.00 wita di halaman Sekretariat PPK  di Desa toribulu Selatan Kecamatan Toribulu sedang berlangsung kegiatan pengangkutan sisa logistik.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU tersebut disaksikan anggota PPK Kecamatan Toribulu dan Panwas serta anggota Polri yang melakukan pengamanan di Sekretariat PPK.

Menurut Sirajudin, pada saat dilakukan penyerahan kunci sisa logistik dan penandatanganan Berita Acara Sisa Logistik, tiba-tiba datang salah seorang warga Kecamatan Toribulu Selatan.

Warga tersebut beranggapan bahwa pengangkutan sisa logistik tersebut merupakan temuan. Pada saat yang bersamaan anggota PPK dan Panwas kemudian memberikan penjelasan. Akan tetapi warga tersebut tidak menerimanya.

Masih menurut Sirajuddin, sekitar pukul 10.30 Wita, oknum warga tersebut datang lagi namun sudah bersama dengan massa yang jumlahnya kurang lebih 300 orang.

“Mereka melakukan orasi seolah ada kecurangan yang diduga dilakukan penyelenggara dan pengawasan di Kecamatan Toribulu,” kata Sirajudin.

Setelah orasi, terjadilah perusakan mobil truk yang mengangkut sisa logistik serta melakukan pelemparan ke ketua panwas dan mengejar anggota panwas dan PPK Kecamatan Toribulu.

Sekitar jam 11.30 Wita Kapolsek Ampibabo IPTU Sukri bersama anggota tiba dan mengamankan TKP serta sisa logistik yang ada dan anggota panwas, PPK yang terkurung di rumah warga di selamatkan anggota buser Polres Parimo melalui proses.

“Sekitar pukul 14.30 Wita situasi bisa dikendalikan dan sampai sekarang situasi aman terkendali,”ungkapnya. (iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.