Ada 30 Titik Drainase Tersumbat di Kota Palu

0
174

PALU – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu mengaku sudah membentuk tim terkait penanganan saluran drainase yang tersumbat dan sesegera mungkin untuk menyelesaikannya permasalahan tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Cipta karya dan Sumber Daya Air (SDA) PU Kota Palu Ismayadin Parigade.

Drainase yang sudah dipenuhi sampah dan sedimen sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan ketika hujan deras mengguyur, Rabu (4/7). Dua lokasi ini seperti di Jalan Sungai Maleo dan Diponegoro. (Foto: Mugni Supardi)

Dia mengatakan, jika pihak PU Kota Palu memang secara khusus membentuk tim ini, untuk penanganan masalah drainase yang tersumbat di beberapa titik yang ada di Kota Palu. “Saya sudah bentuk empat tim penanganan masalah drainase yang tersumbat, dan dalam minggu ini akan ke lokasi untuk mengetahui penyebab dari tersumbatnya saluran air di beberapa titik drainase di Kota Palu,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Rabu (4/7) kemarin.

Empat tim penanganan drainase itu nantinya akan melakukan survei sekaligus langsung memastikan penyebab dari tersumbatnya aliran air drainase, dan kemudian juga langsung menanganinya jika penanangannya dapat diselesaikan pada hari itu juga. “Untuk empat tim ini kita bentuk, yang bertugas menangani 30 titik yang sudah kita deteksi keberadaan drainase yang tersumbat di wilayah Kota Palu, jika nanti penanganannya bisa diselesaikan pada hari itu juga kita akan selesaikan, namun jika tidak, kita akan kerjakan pada lain waktu,” sebutnya.

Di tiga puluh titik saluran drainase yang tersumbat, bisa jadi masalah yang utamanya yakni adanya sampah yang menumpuk, serta tebalnya sudah tumpukan dari sedimentasi yang tergenang di dekat saluran drainase. “Biasanya yang sering membuat saluran drainase tersumbat itu kalau bukan sampah yang menumpuk, mungkin debit sedimentasi yang tebal, seperti yang terjadi di simpang jalan Ponegoro, dan jalan Malei, serta di beberapa titik yang lain,” bebernya.

Akibat dari banyaknya sampah dan tebalnya sedimentasi yang menumpuk di sekitar saluran drainase, sangat berakibat sekali terhadap aliran air yang ada di saluran drainase masuk dan mengalir melalui badan jalan atau aspal. “Biasanya terjadinya aliran air mengalir ke badan jalan karena aliran air itu tidak ada, terhambat airnya, sehingga itu yang akan kita pastikan dahulu penanganannya,” ujar Ismayadin Parigade.

PU Kota Palu melalui tim tadi, berupaya untuk secepatnya mengetahui dan memastikan penyebab dari tersumbatnya drainase, dan segera menyelesaikan penanganannya, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. “Kalau sekarang ini kan lagi musim hujan, untuk itu saya merencanakan secepatnya bisa selesaikan dan Insya Allah minggu ini kita sudah jalan,” tuturnya.

Kemudian dalam penanganan saluran drainase yang dianggap tidak mampu untuk di tangani pada hari itu juga, PU Kota Palu akan upayakan penangannya pada waktu-waktu tertentu. “Kalau penanganannya itu butuh waktu, karena volume sampah banyak dan lainnya, maka kita akan usahakan untuk selesaikan pada waktu yang lainya, karena kita akan bahas kembali terkait dengan penganggaranya dari mana kita ambil, sebab penanganan ini butuh anggaran juga,” tutupnya. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.