Proyek Drainase di Palupi Diprotes Warga

0
184
Warga di RT03/RW02 Kelurahan Palupi, Tatanga, berada di sekitar lokasi pembangunan drainase yang membuat lebar jalan berkurang, Rabu (11/7). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Warga sekitar Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga tepatnya yang tinggal di RT 3 RW 2, memprotes adanya pengerjaan drainase di kawasan tersebut. Pasalnya, pembangunan drainase ini dianggap mengambil badan jalan. Yang mulanya berukuran 5 Meter namun setelah dipasangi beton drainase ukuran jalan berkurang hingga 4 Meter.

Caco Syamsuddin selaku ketua RT 3 RW 2 Kelurahan Palupi, membenarkan hal tersebut. Bahkan kata dia, pengerjaan ini sudah ada sejak satu pekan yang lalu, hanya saja dirinya tidak begitu memperhatikan secara detail pengerjaan drainase tersebut. “Ini baru tadi subuh, ada dua warga saya yang datang melapor terkait jalan itu. Nanti pagi baru saya perhatikan baik-baik ternyata itu betonnya digeser dan mengambil badan jalan 70 hingga 80 cm,” ujarnya Kepada Radar Sulteng. Rabu (11/7) saat ditemui dirumahnya.

Kata Caco, jalan tersebut merupakan jalan umum yang diakses banyak orang. Dirinya juga mengatakan sempat beradu argumen dengan salah satu petugas pengerjaan drainase tersebut. Akibat protes warga di wilyahnya,  Caco pun berinisiatif langsung melaporkannya ke Pihak Kelurahan, Kecamatan hingga ke salah satu anggota Dewan yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Tatanga.

“Tadi saya ke sana, bertemu dengan pengawasannya, kata pengawasnya ini sudah konsultasi semua ini dari Dinas PU, Konsultan bahkan dia bilang  Wali Kota sudah setuju. Saya bilang bukan masalah itunya, tetapi kita kan tidak tahu Wali Kota sudah datang meninjau atau, tidak ? ini kan belum. Makanya saya lapor ke Lurah, Camat anggota Dewan Dapil sini, tapi sampai sekarang (12.00 wita) belum ada datang,” ungkapnya.

Lanjut, Caco, dikawasan tersebut juga sering kali terjadi perdebatan antar warga, ketika memarkirkan kendaraan roda empat di depan rumah sehingga kendaraan roda empat lainnya harus mengambil jalan lain. “Ini saja, kalau orang parkir kadang jadi perdebatan antara mereka. Apalagi kalai diperkecil seperti ini. Sementara ini kan jalan yang sudah ada itu ukurannya 5 meter dengan drainase. Biasanya yang ada itu pelebran jalan tapi ini malah pengecilan jalan,” beber Caco.

Dari pantauan Radar Sulteng , Rabu (11/7) pukul 12.00 wita. Satu unit alat berat diturunkan untuk pengerjaan drainase tersebut. Sekitar 100 Meter jalan yang berbentuk L ini sudah mulai dipasangi beton drainase dibeberapa bagian. Inilah yang menjadi protes warga setempat karena peletakan beton tersebut berada tepat disebelah drainase yang telah ada.

Selaku perwakilan dari warga, dirinya berharap jalan tersebut bisa dikembalikan seperti ukuran awalnya. Karena melihat jalur tersebut juga sering digunakan masyarakat setempat hingga ASN yang hendak pergi kekantornya. “Biasanya kalau mau ganti drainase itu. Drainase lama dibongkar lalu di buat kembali tetapi ini tidak, drainase lama ditutup baru dibuat drainase yang baru tepat disebelahnya jadi memakan jalan hingga 80 cm, jalan untuk kendaraannya semakin sempit,” demikian Caco.

Sementara dihubungi terpisah, Kepala Dinas PU Singgih Prasetyo menjelaskan, proyek tersebut sama sekali tidak mempersempit jalan. Karena, yang digali adalah drainase yang lama. “Kita sesuaikan dengan kondisi lapangan dan kita menggali sesuai drainase lama dan masih sebelah yang dikerjakan, kalo sudah ditutup drainase tersebut pasti luas, karena posisi sekarang antara ukuran selebar 4, 5 sampai 5 meter dengan perencanaan aspal 3,5 meter. Dan saya meminta kepada masyarakat untuk bersabar sampai pekerjaan selesai, “ ujarnya. (win/who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.