Pendaftar Membludak, Rektor Ibaratkan Untad Jadi “Destinasi Wisata”

0
245

PALU – Tes tertulis Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Universitas Tadulako, yang digelar Selasa (17/7) kemarin, diikuti sekitar 5.560 pendaftar. Tes sendiri dimulai dengan ditandai penyerahan naskah oleh Rektor Untad kepada penanggungjawab naskah.

Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS saat menyerahkan naskah kepada ketua dewan pertimbangan Prof.Dr.Syamsul Bahri,SE.MSi yang juga Penanggung jawab naskah, di lantai satu gedung rektorat Untad, Selasa(17/7). (Foto : Humas Untad)

Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS mengatakan, apa yang dilaporkan oleh ketua panitia seleksi masuk perguruan tinggi SNMPTN, SBMPTN sampai SMMPTN adalah suatu perkembangan yang luar biasa di Untad. Tren peminatnya sangat terasa yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang luar biasa, ini tentu berkat kebersamaan yang kita bangun selama bertahun-tahun sehingga nama Universitas Tadulako itu mejadi pilihan.

“Kalau ibaratnya titik wisata, Universitas Tadulako itu sudah menjadi destinasi yang diperhitungkan, tentu ini bukan lagi sesuatu yang biasa, ini memerlukan rekayasa sosial yang sungguh luar biasa sehingga harus kita jaga, dan apa yang kita lakukan dari awal hingga akhir hari ini, memberikan dampak yang sangat baik, termaksud untad, karena itu, seleksi hari ini adalah bagian tidak terpisahkan dari seleksi SNMPTN dan SBMPTN,” jelasnya.

Basir berharap, seleksi ini bisa menutupi kekurangan kuota untuk semua Prodi, sehingga dari akhir perhitungan nanti, tetap dengan kuota yang diusulkan oleh Ketua Panitia sejumlah 9.994, kurang enam orang 10 ribu, dan merupakan urutan kedua terbesar di Indonesia, setelah Universitas Brawijaya yang kurang lebih 11 atau 12 ribu.

Pada kesempatan itu juga, Basir menyampaikan bahwa, pada seleksi SBMPTN sebelumnya untad mendapat peringkat pertama total penerimaan dikarenakan adanya penambahan jumlah peserta yang diambil dari kekurangan kuota pada SNMPTN.

“Mengenai ini banyak yang salah paham, saya bilang kalau kita mau membayar atau memberikan 100 ke orang lalu kita membayar tiga kali angsuran 40 30 30, ketika mau bayar 40 ribu yang ada waktu itu hanya 25 ribu, maksud saya yang mendaftar pun di SNMPTN itu hanya 25 persen dari persentase 40, maka 15 lagi dialihkan ke pembayaran berikutnya, jadi 30 tambah 15 ribu, makanya waktu membayar periode ke dua itu naik menjadi 45 persen, jadi bukan kita tambah-tambah sendiri, nanti pemenuhan total terakhir itu di ujian hari ini,” jelasnya.

“Sehingga kebersamaan dalam mengawal SMMPTN terus terjaga, karena seleksi tahap ini juga sama dengan seleksi pada tahap-tahap sebelumnya, yang semangat kesatuannya tetap terjaga, tidak ada Fakultas yang tidak hadir, karena kita satu Untad, satu nafas, dan satu keluarga,” sambungnya.

Penyerahan tersebut sengaja dilaksanakan lebih awal sebelum pelaksanaan ujian berlangsung yaitu pukul 08.00 untuk tes kemampuan dan potensi akademik hingga pukul 10.15, untuk tes kemampuan dasar sosial humaniora (soshum) dan sains dan teknologi (saintek) mulai pukul 10.45 hingga 12.45.

“Ada jam istirahat tetapi lebih di utamakan untuk pemanfaatan tes berikutnya,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Masuk Perguruan Tinggi, Prof Dr Sutarman Yodo SH MH pada sambutannya.

Pada ujian tahap ke tiga atau SMMPTN, tercatat 3 orang peserta ujian penyandang disabilitas tunanetra, yang melaksanakan ujian di Fakultas Hukum, selama pelaksanaan ujian, ketiga orang peserta diberikan perlakukan khusus atau pendampingan dalam memahami soal ujian. “Mereka tetap diberikan perlakuan khusus atau pendampingan untuk membantu mereka dalam memahami soal ujian,” ungkap Dekan Fakultas Hukum Dr Sulbadana SH MH. (ika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.