Buku Biografi Hidayat Lamakarate Diluncurkan

0
216

PALU– Buku biografi Sekdaprov HM Hidayat Lamakarate berjudul Matahari Khatulistiwa, Rekaman Kehidupan, Karir dan Gagasan Birokrat Zaman Baru, resmi diluncurkan kemarin (31/7) di Palu Grand Mall (PGM). Gubernur H Longki Djanggola menghadiri acara itu sekaligus menyampaikan sambutan.

Gubernur H Longki Djanggola menandatangani poster bergambar cover buku Matahari Khatulistiwa, Rekaman Kehidupan, Karir dan Gagasan Birokrat Zaman Baru, dalam acara peluncuran buku di PGM, Selasa (31/7). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

Gubernur Longki banyak memberikan pesan kepada anak buahnya itu. ‘’Dengan ini anda siap dilihat dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jaga diri dan anda harus punya empat kematangan,’’ kata Gubernur.

Empat kematangan itu, kata Gubernur, yakni intelektual, politik, emosional, dan spiritual. Selain itu, Gubernur memberikan wejangan kepada Hidayat Lamakarate dan semua yang hadir, bahwa pemimpin juga harus matang secara biologis.

Karena sudah banyak contoh seorang pemimpin yang tidak dapat mengelola dorongan biologis tersandung masalah hukum. Betapa banyak koruptor yang akibat hasrat biologis ditangkap dan kemudian divonis bersalah tetapi tidak dijadikan pelajaran oleh pemimpin lainnya.

Peluncuran buku diisi dengan dialog yang dipandu dosen Untad Dr Nur Sangadji DEA. Beberapa tokoh muda serta birokrat Sulawesi Tengah hadir di sana, seperti . mantan Bupati Morowali Anwar Hafid, Bupati Sigi Irwan Lapata, mantan Wali Kota Palu Rudy Mastura, pengusaha Karman Karim, beberapa tokoh perempuan, tokoh pendidikan, dan aktivis lingkungan.

Prof Jayadi Nurdin, wakil rektor Universitas Tadulako mengaku sangat mengenal pribadi Hidayat Lamakarate. Menurutnya, Hidayat dibesarkan dalam lingkungan yang sangat menghormati orang yang lebih tua. Adat mencium tangan kepada yang lebih tua masih ia pegang teguh.

“Saya melihat apa yang dilakukannya memberi inspirasi. Saya sudah berusia 68 tahun, saya tahu Palu ini. Mudah-mudahan putra Kaili yang sudah ditempa oleh keluarga yang baik dapat menjadikan Sulawesi Tengah lebih maju,’’ katanya.

Rahmad M. Arsyad sebagai penulis buku itu mengatakan, ‘’Jika Solo punya Jokowi, Bandung punya Ridwan Kamil, Surabaya punya Risma, Bantaeng punya Nurdin Abdullah, menurut saya Sulawesi Tengah ke depan punya seorang Hidayat Lamakarate. Karir cepat seimbang dengan karyanya selama ini. Misalnya ketika kolaborasi dengan pemuda tanpa anggaran pemerintah menggerakkan green and clean yang berbuah piala Adipura untuk Kota Palu. Juga ketika rakyat Kabupaten Banggai Laut yang sangat mencintainya, ketika menjadi penjabat bupati Hidayat membangun infrastruktur dengan begitu cepat,’’ papar Rahmad.

Karman Karim berujar, bahwa Hidayat merupakan sosok yang inspiratif dan selalu punya solusi dari setiap detail permasalahan yang ada. “Kalau ada masalah, Hidayat muncul maka akan selesai dengan cepat,’’ kata pengusaha itu.

Hidayat Lamakarate mengaku tak menyangka kisah hidupnya, dari awal pengabdian sebagai aparatur sipil negara, hingga sekarang menjabat sekdaprov diabadikan dalam buku. Sebelum dituangkan dalam buku, Hidayat sempat berkonsultasi dengan beberapa pihak untuk memantapkan niatnya berbagi cerita serta pengalaman dalam Matahari Khatulistiwa.

Menurutnya jika sejarah  para pendahulu dijaga dengan budaya tutur, yang terkadang punya versi yang berbeda-beda. Maka sebagai manusia yang peradabannya terus berkembang perlu dijaga dengan budaya menulis.

Sang Matahari Khatulistiwa menginginkan generasi berikutnya khususnya generasi Sulawesi Tengah mengenal dan menerima dari pemimpinnya dalam hal yang layak dijadikan teladan. Hidayat pun menegaskan bahwa jabatan yang dipikulnya saat ini adalah amanah yang diberikan Allah kepadanya.(sya/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.