TAJUK | Polres Palu Sudah Cukup Responsif 

0
252

PERBUATAN tidak menyenangkan terhadap Mohammad Iqbal, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu yang dilakukan Ipda S Pirade, berakhir dengan jatuhnya putusan sidang disiplin. Pada sidang disiplin yang dipimpin Wakapolres Palu, Kompol Basrum, terlapor dijatuhi sanksi pencopotan dari jabatan dan tidak akan diberikan jabatan selama setahun. Selain itu, terlapor juga tidak diperbolehkan mengikuti pendidikan kepolisian selama dua periode (satu tahun).

Ipda S Pirade sebelumnya menjabat Kanit Binmas Polsek Palu Timur. Perbuatan tidak menyenangkan terhadap Mohammad Iqbal terjadi 23 Juni 2018, saat polisi melakukan razia rutin di depan Pura Agung Jagatnatha Jalan Jabal Nur.

Tindakan tidak patut yang dilakukan oknum polisi yang sedang bertugas ketika itu, menimbulkan aksi protes dan solidaritas di kalangan wartawan di daerah ini. Terhadap masalah itu, Polres Palu pun melakukan langkah-langkah yang cukup responsif.

Belajar dari peristiwa ini, hendaknya seluruh aparatur negara yang menjalankan tugas di lapangan lebih mengedepankan sikap profesional. Dalam berinteraksi dengan masyarakat hendaknya bertindak lebih simpatik dan humanis.

Menjauhi sikap arogan atas dasar adanya kewenangan yang diberikan undang-undang. Terhadap masyarakat yang diduga melakukan pelanggaran sekali pun, tetap perlu diperlakukan dengan patut. Tindakan keras hanya boleh dilakukan,  jika ada ancaman terhadap diri polisi yang sedang bertugas.

Respons cepat Polres Palu untuk memproses aparaturnya merupakan suatu langkah maju yang perlu diapresiasi. Supaya menjadi pelajaran bersama untuk tidak diulangi di masa-masa mendatang. Bukankah aparat kepolisian adalah pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat?

Menguatnya solidaritas wartawan dalam kasus ini harus dimaknai sebagai bentuk kecintaan kepada institusi kepolisian yang selama ini sudah menjalin hubungan yang sangat baik dan harmonis dengan insan pers di Sulteng. Silaturahmi yang terjalin baik menyebabkan relasi antara kepolisian dan wartawan selalu harmonis.

Di atas segalanya, semua pihak berkepentingan terhadap terwujudnya Polri yang profesional, modern, dan terpercaya. Salah satu wujud profesionalisme adalah melakukan tindakan yang terukur saat bertugas di lapangan. Tugas bersama kita setelah ini adalah memastikan bahwa tidak ada lagi tindakan serupa yang dilakukan oleh oknum-oknum tehadap siapa pun. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.