FOTO: MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG
SHARING : Rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesian Coruption Watch (ICW) berfoto bersama dengan jajaran redaksi harian Radar Sulteng, Selasa (4/9).

PALU – Mandegnya berbagai permasalahan perkara dugaan korupsi hingga isu-isu korupsi lingkungan di Sulawesi Tengah (Sulteng), menjadi bahan kajian dan sharing antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Indonesian Coruption Watch (ICW)  dengan jajaran redaksi harian Radar Sulteng, yang digelar di ruang rapat Radar Group, Selasa kemarin (4/9).

Juga hadir para aktivis lingkungan dari Jatam Sulteng yang dihadiri langsung Eksekutif Kampanye dan Advokasi Jatam Sulteng Mohammad Taufik, dan dari LSM Komiu Sulteng.

Ketua Tim Biro Hukum KPK Firman Kusbianto bersama anggota Togi R Sirait, datang langsung dengan salah satu investigator senior ICW Tama Satya Langkun. Diskusi berjalan hangat, diselingi dengan penyajian data-data yang ditampilkan terutama berbagai perkara korupsi di Sulteng yang tidak memiliki kepastian hukum, atau tidak sampai di pengadilan.

“Kami berkunjung ke Radar Sulteng ini untuk mendengarkan langsung berbagai informasi terkini terkait data korupsi, khususnya korupsi bergenre lingkungan, “ kata Firman seraya menjelaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap NGO maupun wartawan dari berbagai aksi intimidasi.

Demikian pula yang disampaikan Tama S Langkun, bahwa KPK bersama ICW menginginkan adanya partisipasi aktif dari media terhadap isu-isu lingkungan yang diduga kuat aktifitasnya merugikan Negara dalam bentuk financial. “Kami sangat membutuhkan partisipasi dari media untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan KPK maupun ICW, “ timpal Tama, dalam diskusi yang dipimpin Pemred Radar Sulteng Murthalib.

Diakui KPK dan ICW tidak memiliki cabang di daerah-daerah, karena itu lembaga anti rasuah dan pengawas korupsi ini sangat berharap adanya partisipasi dari media untuk melakukan pengawasan, bahkan membuat peliputan khusus yang dibuat secara tertulis, lengkap dengan data-datanya. “ Kami sangat berharap adanya partisipasi aktif dari media untuk memberitakan dan melaporkan berbagai kasus dugaan korupsi, terutama yang terkait dengan korupsi di bidang lingkungan hidup, “ beber Tama yang pernah investigasi kasus sebelum penangkapan Amran Batalipu.

Dalam diskusi tersebut, para pimpinan Radar Group  yakni Pemred Radar Sulteng Murthalib dan Wapemred Radar Sulteng Dr Rahmat Bakri SH MH, Pemred Pos Palu Witan Suleman, dan Pemred Radar TV  Harry,  serta  para redaktur banyak memberikan masukan kepada KPK dan ICW, memanfaatkan kunjungan yang baru pertamakali dilakukan ke media di Sulteng.

Berbagai perkara yang sempat heboh di tengah masyarakat dan kini hanya terdengar samar-samar alias tidak ditindaklanjuti diangkat kembali ke permukaan, misalnya kasus  spam Pasigala, aktivitas tambang Poboya, aktifitas PLTU Panau di Kecamatan Tawaeli Kota Palu, kasus dugaan tambang  galian C tidak berizin di Desa Malulu Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, kasus pembebasan lahan di Morowali hingga kasus-kasus yang sedang ditangani pihak Kejaksaan maupun Polda Sulteng.

Kemudian, dipertanyakan juga soal mekanisme perlindungan hukum kepada pelapor atau pihak media yang akan memberitakan berbagai masalah korupsi dan korupsi lingkungan. Adakah jaminan hukum dan perlindungan hukumnya ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang paling berkuasa di sebuah daerah, sehingga melakukan intimidasi maupun tindakan-tindakan anarkis.

Menanggapi pertanyaan itu, KPK maupun ICW menyatakan akan menjamin para pengawas dan pelapor indikasi korupsi dari masyarakat dan media, dengan mendesain format perlindungan hukum terhadap pelapor tentang dugaan korupsi ke KPK maupun ke ICW. Diakhir diskusi dengan jajaran Radar Group, tim Biro Hukum KPK yang dipimpin Firman Kusbianto juga mengharapkan kehadiran rekan-rekan media pada acara sosialisasi penguatan peran aktivis lingkungan yang dilaksanakan di Mercure Hotel Palu, hari ini (5/9) dan dihadiri langsung Pimpinan KPK, Laode M Syarif. ‘’Sedianya pimpinan KPK akan ikut kunjungan ke sini (Radar Sulteng,red) siang ini. Namun ada perubahan penerbangan sehingga tiba di Palu sudah malam,’’ demikian Humas KPK IPI Maryati kepada Radar Sulteng. (mch)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.