FOTO: MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG
TERGENANG : Luapan air hujan menggenangi badan Jalan Basuki Rahmat, sore kemarin (6/9). Foto lain, akibat luapan air drainase sepeda motor seorang warga mogok di tengah genangan air.

PALU – Akhir-akhir ini Kota Palu beberapa kali diguyur hujan dengan intensitas hujan ringan hingga hujan deras.  Akibat hujan tersebut membuat sejumlah titik jalan di Kota Palu digenangi air yang berasal dari drainase yang tersumbat, di antaranya Jalan Basuki Rahmat tidak jauh dari perempatan Traffic Light Jalan I Gusti Ngurah Rai, Towua dan Jalan Emy Saelan jadi langganan banjir.

Kamis, (6/9) kemarin kembali digenangi air yang meluap ke badan jalan, sehingga lalu lintas disekitarnya ikut terganggu. Kondisi ini banyak membuat kendaraan roda dua mogok di tengah-tengah genangan air.

Saat dikonfirmasi Radar Sulteng, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu dalam hal ini Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya dan SDA Ismayadin menuturkan, dirinya beberapa waktu yang lalu sudah membongkar drainase yang berada di pertigaan lampu merah jalan Basuki Rahmat ke jalan Zebra, memperbaiki dan membersihkan sampah-sampah yang masuk dalam drainase tersebut. Kemudian sudah koordinasi dengan Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Nasional (BP2JN), karena Jalan Basuki Rahmat merupakan jalan Nasional sehingga menurutnya persoalan yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat yang tergenang air setelah hujan tersebut bukan hanya tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu melainkan juga menjadi tanggung jawab BP2JN.

“Kami (PU Kota Palu, red) sudah membongkar drainase yang berada di Pertigaan Jalan Basuki Rahmat ke Jalan Zebra dan Perempatan Traffic Light Jalan Basuki Rahmat, Jalan Touwa, Jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Emy Saelan,” ungkapnya.

Ismayadin, juga mengatakan walaupun demikian Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu tetap melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki dan berusaha agar air ketika hujan tersebut tidak meluap ke jalan raya sebab akan bisa mengganggu pengguna jalan.

“Kan masyarakat ini tidak mau tahu itu jalan Kota, provinsi atau jalan nasional. Tetap kami upayakan paling tidak air itu tetap mengalir di drainase dan tidak meluap ke badan jalan. Kalau buntu paling tidak air tidak meluap dan skalanya kecil bisa kami tanggulangi,” katanya.

Pria yang sehari-hari disapa Yadin tersebut menuturkan, biaya pemeliharaan yang ada di Dinas PU Kota Palu sangatlah terbatas, sehingga tidak bisa mencover seluruh pemeliharaan Jalan yang ada di Kota Palu terlebih di Kota Palu juga bukan hanya ada jalan kota, melainkan ada jalan provinsi dan jalan nasional yang masing-masing ada biaya pemeliharaan dari masing-masing yang bertugas dan bertanggung jawab tersebut.

“Di mereka (BP2JN, red) itukan ada juga biaya pemeliharaan, jadi bisalah digunakan, artinya disini antara Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinas PU Kota Palu dan BP2JN bisa saling membantu. Sebab anggaran pemeliharaan di Kota ini kan terbatas jadi tidak mungkin semua pemeliharaan itu Dinas PU Kota. Kami tetap koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang memang bertanggung jawab,” tuturnya.

Sementara Ketua RT 01/RW 04 Kelurahan Tatura Selatan, Ashari menambahkan, tergenangnya badan jalan setiap kali hujan turun, karena kondisi drainase Jalan Basuki Rahmat sekitar lampu merah kecil dan tidak mampu menampung debit air. Seharusnya kata dia, drainase di Jalan Basuki Rahmat ini dapat diperlebar karena semua air yang berasal dari Jalan Dewi Sartika, Zebra, Moh Yamin dan Abdurahman Saleh itu akan bermuara di Jalan Basuki Rahmat bagian bawah di persimpangan lampu merah. Ditambah lagi banyaknya sampah yang di dalam drainase membuat aliran air tersumbat. Bahkan bukan hanya sampah plastik, tetapi material kayu dan lumpur juga berada di dalam drainase.

“Kan kemarin pernah dipasang box cuvert di simpang empat Basuki Rahmat-I Gusti Ngurah Rai ini, tetapi menurut warga saya yang melihat pengerjaannya itu terlalu sempit ruang di dalamnya, sehingga membuat arus air tidak stabil,” jelas Ashari kepada Radar Sulteng.

Dia meminta agar instansi terkait bisa mengeruk kembali dan memeriksa pengerjaan pemasangan box cuvert yang berada di simpang empat Basuki Rahmat- I Gusti Ngurah Rai tersebut. Menurutnya, sebelum ada perbaikan pada drainase di sekitar Jalan Basuki Rahmat, tidak separah sekarang ini air yang tergenang. Ashari juga mengakui sudah beberapa kali dia menyampaikan saat ada reses dari DPRD ke wilayah mereka, terkait air tergenang bagai sungai ini untuk dapat dibenahi.

“Memang kalau suara rakyat kecil tidak pernah didengar,” tutup Ashari. (slm/acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.