FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR SULTENG
TAKUT SUNTIK : Seorang siswi saat dilakukan suntikan Imunisasi Campak dan Rubela pada salah satu sekolah di Poso.

POSO– Pelaksanaan kegiatan imunisasi campak dan Measles Rubella (MR) pada anak-anak sekolah usia 9-15 tahun di Poso masih berjalan.

Tapi demikian tidak semua anak sekolah mau mengikuti suntik imunisasi tersrbut. Selain karena ada yang sedang sakit, kebanyakan dari anak yang tidak diimunisasi campak dan MR karena tidak diizinkan orang tua mereka. Orang tua menolak anaknya diimunisasi karena ragu bahwa vaksin MR haram.

“Tidak semua siswa di SMP Negeri I Ranononcu ini ikut imunisasi campak dan Rubella. Yang tidak ikut ada yang beralasan sakit, dan ada yang karena tidak diizinkan orang tuanya,” kata Marce Mewalu, petugas imunisasi dari Puskesmas Kawua.

Di Poso sendiri, sejauh ini kegiatan imunisasi Campak dan Rubella telah mencapai 54 persen dari total target anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Terpantau, ekpresi beragam tampak terlihat pada siswa yang hendak diimunisasi campak dan rubella di SMP Negeri I Ranononcu. Ada yang cemas, dan bahkan takut menghadapi jarum suntik. Situasi tersebut membuat petugas kesehatan dan guru pun harus berupaya keras membujuk dan membangkitkan rasa percaya diri para pelajar baik laki-laki dan perempuan yang berkeringat dingin agar mau disuntik imunisasi. Malahan ada siswa yang telah duduk dibangku kelas IX tanpa sungkan menangis di hadapan teman-temannya. di SMP Negeri I Ranononcu, dari 247 siswa yang ada, 27 di antaranya tidak mendapatkan imunisasi karena penolakan pihak orang tua.

Data Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, sejak dimulai pada awal Agustus, sudah 54 persen anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang telah diimunisasi di 19 wilayah kecamatan. Kegiatan Imunisasi MR masih akan berlangsung hingga akhir bulan September 2018.

Soal adanya siswa yang tidak diimunisasi karena orang tua menolak, Marce Mewalu, petugas Kesehatan Puskesmas Kawua Poso Kota Selatan, tak mempermasalahkan. “Itu haknya mereka, meskipun kami sudah melaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah baik dari apa fungsi imunisasi campak dan rubella, apa akibatnya bila tidak diberikan campak dan rubella, serta beberapa sosialisasi lain. Ketika kami melakukan penyuntikkan di sekolah-sekolah ada orang yang merasa keberatan kami tidak bisa memaksa. Itu adalah hak mereka,” sebutnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.