FOTO: ISMAIL/HUMAS PEMPROV UNTUK RADAR SULTENG
MEMBUKA : Gubernur H Longki Djanggola didampingi Ketua PP PAFI Faiq Bahfen panitia rakernas Mugiati, dan Kadis Kesehatan Sulteng memukul gong sebagai tanda dibukanya Rakernas V PAFI, Jumat (7/9).

PALU- Selama tiga hari, rapat kerja nasional (Rakernas) V Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) di Mercure Palu, berakhir kemarin (9/9). Dimulai pada 7 September rakernas yang dihadiri seluruh PD PAFI se Indonesia dan PC PAFI di Sulteng, dibuka oleh Gubernur H Longki Djanggola.
PAFI merupakan wadah yang menghimpun tenaga kesehatan, sebagai tenaga ahli farmasi profesi dan asisten apoteker atau yang sekarang disebut tenaga tenis kefarmasian (TTK). Organisasi ini kini terus eksis mengingat tenaga kefarmasian, baik apoteker maupun TTK mengalami peningkatan.
Menurut data di Sulteng saat ini ada 2.101 orang tenaga kefarmasian, yang terdiri dari 1.455 orang TTK dan 646 orang apoteker. Mereka tugasnya di puskesmas, rumah sakit dan apotek. ‘’Saya meminta pada tenaga kefarmasian agar terus menerus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi nya dalam memberikan pelayanan kefarmasian dengan profesional,’’ kata Gubernur.
Selain itu TTK diminta terus memacu peranannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Khususnya pelayanan kefarmasian, agar lebih tepat dan maksimal serta turut mendukung program pemerintah, yakni gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).
Terhadap organisasi PAFI, Gubernur berharap terus memelihara kemitraan yang intens dan sinergis dengan segenap layanan farmasi dan kesehatan di daerah. Serta mampu mengawasi ketersediaan produk-produk farmasi agar tetap aman dikonsumsi dan terjangkau bagi masyarakat.
Ketua PP PAFI Dr Faiq Bahfen SH MH mengatakan, saat ini anggota PAFI terdiri beraneka ragam. Awal berdiri anggotanya lulusan apoteker yang sekarang sekolah menegah farmasi, kemudian SMK farmasi, serta Diploma 3 (D3) farmasi.
“UU No 36 tahun 2014 tenaga kesehatan harus diploma 3, PAFI berjuang untuk itu. Bekerja sama dengan pemerintah dengan Kemenristek Dikti dan kementerian kesehatan untuk mereka yang belum D3,” sebutnya.
PAFI juga bersama-sama dengan komite kefarmasian nasional mengadakan uji kompetensi, telah berjalan lancar. Pihaknya berharap tahun-tahun berikutnya juga lebih lancar.
Ketua panitia Mugiati S.Farm mengatakan, Rakernas V PAFI mengambil tema penguatan kompetensi dan peran kolaboratif asisten tenaga kefarmasian dan tenaga teknis kefarmasian dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat.
Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan TTK dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat, tersedianya TTK yang berdaya guna dan berhasil gua dalam persaingan global serta dapat mengatasi tantangan di masa yang akan datang.
“Serta saling membagi ilmu dan menjalin silaturahmi antara profesi se Indonesia,” kata Mugiati.(umr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.