Warga Ramai-Ramai Tinggalkan Kota Palu

Trauma Isu Kota Palu Tenggelam, Tsunami Susulan dan Tanah Bergerak

0
461

FOTO:RONY SANDHI/RADAR SULTENG
TINGGALKAN PALU : Rombongan keluarga dari Palu yang didominasi anak perempuan dijemput keluarga kembali ke kampung halamannya.

PALU – Gempa bumi dahsyat 7,7 SR disertai tsunami, tanah bergerak di wilayah Selatan Kota Palu dan Kabupaten Sigi, hingga tanah longsor di Perumnas Balaroa Palu Barat, Jumat (28/9)terus menyisahkan trauma warga.
Gempa susulan yang masih terjadi hingga memasuki hari ke lima pasca gempa, ditambah isu meresahkan warga, mulai dari penjarahan sejumlah toko di Kota Palu, isu imbauan meninggalkan Kota Palu karena isu Kota Palu kembali akan terjadi gempa yang paling dahsyat dan diisukan Kota Palu akan tenggelam karena akan ada gempa susulan dan tsunami. Bukan itu saja beredar isu-isu meresahkan warga kota Palu yang dikhawatirkan Kota Palu akan ikut terkena terjangan fenomena tanah bergerak dan mengeluarkan lumpur dan bencana longsor di wilayah Perumnas Kecamatan Palu Selatan. “Ini isu isu bikin kami khawatir. Mana masih saja terjadi guncangan gempa susulan. Bikin panik kami saja infonya,” ujar seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya, saat bersiap-siap meninggalkan Kota Palu bersama beberapa keluarga di Jalan Setia Budi, kemarin siang.
Menurutnya hampir setiap hari siang dan malam kadang hanya berselang beberapa menit gempa susulan masih saja terjadi, sehingga mereka memutuskan meninggalkan Kota Palu ke kota Luwuk, Kabupaten Banggai. “Bukan lagi sudah banyak, ramai-ramai orang tinggal Palu pergi keluar kota,” ujarnya.
Pemandangan yang sama terlihat rombongan lain keluarga di salah satu Posko korban bencana Jalan S Parman juga terlihat sedang bersiap keluar kota Palu ke Kabupaten Poso.
Salah pria dari rombongan, Kewu (43) mengatakan, melihat pemberitaan di tv, video amatir terjangan tsunami, tanah bergerak disertai lumpur dan tanah longsor membuat keluarga khususnya kakek dan nenek menjadi khawatir. “Saya disuruh jemput ponakan di Palu sama orang tua, supaya ponakan dievakuasi saja di Poso,” katanya.
Menurutnya semua orang di kampungnya melihat berita di tv, video dan foto-foto berbeda di media sosial dan di Group Group WhasApp mengerikan. Ditambah isu-isu yang meresahkan, ada isu akan ada gempa susulan berkekuatan besar dan akan terjadi tsunami susulan. Kelihatannya Kota Palu akan lumpuh. Belum lagi aksi brutal warga yang menjarah di toko toko yang tidak hanya mengambil bahan makanan, tapi sudah barang elektronik dan barang berharga lainnya. “Saya memang datang hanya khusus jemput ponakan- ponakan ini. Setelah siap hari ini juga (kemarin, Red) langsung akan balik ke kantor.
Menurutnya saat dari Poso hendak ke Palu, kendaraan roda empat dan roda dua yang hendak keluar kota Palu melalui jalur darat tidak putus-putus.
Pokoknya pas masuk jalur trans Toboli-Kebun Kopi kendaraan padat merayap, ditambah lagi ada beberapa titik longsor. Sehingga kendaraan tertahan di kebun kopi. “Jadi kalau hari biasanya perjanan normal sekitar 6 sampai 7 jam, saat ini bisa sampai dua kali lipat. (ron)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.