Masih Ada Puluhan Jenazah Korban Tsunami di RSU Madani

0
773
FOTO: ILHAM NUSI/RADAR SULTENG
TERLANTAR: Sebanyak 26 jenazah korban tsunami masih berada di halaman RSU Madani Palu, Kamis (4/10). Puluhan jasad ini sulit dikenali.

PALU – Puluhan kantong jenazah masih teronggok di halaman Rumah Sakit Umum (RSU) Madani, Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Sulawesi Tengah. Korban hantaman tsunami itu belum teridentifikasi hingga Kamis (4/10) pagi.

Humas RSU Madani, Jakaria, menuturkan sehari pasca gempa dan tsunami 28 September 2018, tercatat 64 korban meninggal dunia di evakuasi ke rumah sakit milik Pemprov Sulteng ini.

Sebanyak 38 jenazah kemudian dijemput pihak keluarga. Sementara jenazah tersisa yang masih terbungkus dalam kantong-kantong mayat itu sebanyak 26 jasad.

“Sejak hari pertama pasca tsunami, relawan bencana dan aparat polisi mengevakuasi 64 jenazah ke RSU Madani. Tapi sampai hari ini masih ada 26 jenazah yang belum dijemput pihak keluarga,” jelas Jakaria kepada Radar Sulteng pagi tadi.

Ketua Komite Keperawatan rumah sakit tersebut menyebutkan, puluhan korban ini belum dikenali. Meski setiap hari banyak warga datang mencari keluarganya yang hilang. Dalam kondisi itu, pihaknya tetap menjejer puluhan jenazah itu di halaman samping IGD.

“26 korban tsunami ini tidak teridentifikasi. Ditambah kondisi jazad yang mengalami perubahan fisik karena sudah enam hari berada di sini,” jelasnya.

Lanjut Jakaria mengatakan, evakuasi seluruh korban meninggal dunia terpusat di RS Bhayangkara Palu. Namun kendalanya belum ada tim khusus yang datang memindahkan puluhan jenazah itu.

Situasi itu, katanya, sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Namun hingga hari keenam belum ada penanganan lanjutan.

“Menurut pihak Dinkes ada tim khusus Basarnas yang akan mengevakuasi ke RS Bhayangkara namun belum juga dilakukan,” tandasnya.

Bertumpuknya jenazah korban gempa dan tsunami itu, imbuh Jakaria, sudah dikeluhkan masyarakat setempat. Sebab aroma tak sedap setiap saat tercium hingga jauh.

Di sisi lain, RSU Madani mengaktifkan kamar operasi mini. Hanya saja tindakan medis di ruangan tersebut juga terganggu akibat keberadaan puluhan jenazah itu.

“Kami berharap ada reaksi cepat dari dinas maupun Basarnas agar para korban tak teridentifikasi ini dapat segera dievakuasi,” harap Jakaria.

Masih di RSU Madani, salah seorang perempuan paruh baya nampak tak mampu menahan aroma jenazah dimana tak jauh dari tempatnya berdiri. Perempuan yang datang bersama seorang pasien itu berkali-kali terlihat mual.

Polo Rahman, salah seorang warga Mamboro berharap agar pihak terkait segera memakamkan para korban bencana itu. Sebab jika dibiarkan akan berdampak pada kesehatan warga sekitar RSU Madani, bahkan pada pasien di tempat itu.

“Kami masih berduka. Harap perhatikan pula kampung kami. Memakamkan para korban itu salah satu bentuk kepedulian pemerintah ke masyarakat di sini,” sebut Polo kemarin. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.