ACT Siap Bangun 1.000 Unit ICS

0
533
ILHAM NUSI/RADAR SULTENG
BERI KETERANGAN: Director of Disaster & Community Development Program ACT Sri Eddy Kuncoro saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (21/10).

 

PALU – Gempa, tsunami, dan likuifaksi mengakibatkan ribuan jiwa warga Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini direspon Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang siap membangun 1.000 integrated community shelter (ICS) atau hunian layak guna.

Penyediaan bantuan kemanusiaan tersebut diungkapkan Director of Disaster & Community Development Program ACT Sri Eddy Kuncoro di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (21/10).

Eddy menjelaskan, pembangunan ICS merupakan penanganan ACT pasca tiga jenis bencana alam tersebut. Sebab hingga pekan ketiga, ribuan warga di Palu, Sigi, dan Donggala masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Seperti diketahui, ada banyak rumah roboh akibat bencana itu. Nah hunian ini adalah kebutuhan mendasar manusia. Karenanya ACT siap membangun ICS di tiga daerah terdampak bencana lalu,” ujar Eddy kepada awak media.

Menurut Eddy, 1.000 unit ICS ini adalah tahap pertama dari yang telah direncanakan. Namun berapa total yang akan didirikan ACT tidak diungkapkan.

“Untuk tahap pertama kita siapkan 1.000 unit. Selanjutnya tergantung kebutuhan dan juga sinergitas dengan komunitas kemanusiaan,” jelasnya.

Pembangunan ICS, lanjut Eddy, diperkirakan tidak memakan waktu lama. Ia mecontohkan untuk 200 unit dapat dirampungkan dalam waktu satu bulan.

Selain itu, ACT juga menyiapkan program pembangunan Partisipatif Shelter. Unit hunian ini kolaborasi bersama masyarakat.

Syaratnya, kata Eddy, calon pemilik menyiapkan lahan atau bekas lokasi rumahnya, menyediakan material bekas bangunan layak pakai serta terlibat langsung dalam proses pembangunan.

“Program kedua ini mewajibkan warga berkontribusi dalam pembangunan. Dengan demikian warga itu lebih merasa memiliki dan puas dengan hasil bagunannya,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, mereka juga menginisiasi program ACT Hummanity Store untuk penditribusian paket bantuan lebih teratur.

“ACT Hummanity Store ini diformat dalam bentuk kartu,” jelasnya.

Eddy berharap, kehadiran ACT yang didukung para donatur bisa bermanfaat bagi masyarakat Sulteng khususnya di tiga daerah tersebut.

“Semoga Palu, Donggala, dan Sigi bisa segera bangkit dan lebih baik dari sebelumnya,” tandasnya. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.