WVI Telah Distribusikan 2.000 Perlengkapan Keluarga dan Anak

Satu Bulan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami

0
669
FOTO: WVI UNTUK RADAR SULTENG
BERI DUKUNGAN: Wahana Visi Indonesia saat memberikan bantuan perlengkapan keluarga kepada penerima manfaat di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong. Tercatat ada 2.000 perlengkapan keluarga yang telah didistribusikan jelang kurun waktu satu bulan ini.

PALU–Jelang sebulan pasca gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, lebih dari 17.000 dari 49 desa di 14 kabupaten yang terkena dampak bencana, telah mendapat bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui program respons tanggap bencana yang dimulai sejak 29 September 2018.

Melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), WVI berfokus dalam melakukan fase tanggap bencana dan pemulihan dengan target mencapai 80.000 orang. Sejak awal fase tanggap bencana hingga pertengahan Oktober 2018, WVI telah mendistribusikan 2.000 perlengkapan keluarga yang berisi perlengkapan hunian sementara dan peralatan kebersihan, selimut, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain itu, lebih dari 2.300 liter air bersih telah didistribusikan untuk 726 rumah tangga, serta telah diselenggarakan Ruang Sahabat Anak (RSA) di 19 titik wilayah bagi 1.559 anak di 12 desa yang terkena dampak.

Salah satu yang menjadi fokus WVI dalam program respons tanggap bencana adalah sektor kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak. Anak-anak menjadi pihak yang paling rentan pasca bencana, tercatat lebih dari 460.000 anak terdampak bencana ini. Anak- anak menghadapi berbagai ancaman kesehatan termasuk penyakit yang bersumber dan berkembang melalui air serta masalah kekurangan gizi. Olehnya, selama tiga bulan ke depan, program kesehatan melalui program Pemberian Makan Balita dan Anak (PMBA) guna menyediakan makanan bergizi seimbang dan bernutrisi bagi anak-anak di bawah 2 tahun akan terus menjadi fokus WVI.

Sementara itu, WVI juga tengah berupaya untuk mendirikan ruang ramah ibu hamil, ibu menyusui, anak balita dan remaja perempuan yang bertujuan untuk mendukung kondisi psikis ibu hamil dan menyusui.

“Respons tanggap bencana yang kami lakukan bertujuan untuk membantu menstabilkan kondisi bagi masyarakat terdampak yang paling rentan, terutama bagi anak-anak. Dalam melakukan respons tanggap bencana ini, kami bekerja sama dengan pemerintah dan para mitra untuk memastikan bahwa masyarakat dan anak-anak terdampak mampu melakukan pemulihan serta membangun kembali kehidupan mereka di lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Dr.Willy Sitompul, Spesialis Kesehatan untuk respons tanggap bencana.(*/uq)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.