Prodia dan IDI Gelar Peduli Bencana Palu

0
411
Prodia for Radar Sulteng
LAYANAN GRATIS : Prodia memberikan bantuan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Palu, Donggala, Sigi, dan sekitarnya untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini pasca bencana gempa dan tsunami.

PALU – PT Prodia Widyahusada Tbk dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Palu bekerjasama menyelenggarakan Peduli Bencana Palu, Donggala, dan Sigi pada 25-27 Oktober 2018 di laboratorium klinik Prodia cabang Palu yang berlokasi di Jl. S. Parman No.16, Palu.

Prodia dan IDI memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan gratis kepada sekitar 500 orang masyarakat Palu dan sekitarnya. Bantuan pemeriksaan kesehatan diberikan dalam bentuk pemeriksaan hematologi lengkap, urine rutin, faeces rutin, GOT, GPT, urea N, kreatinin, glukosa sewaktu atau glukosa puasa.

Pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, dengan sigap Prodia menyelenggarakan program “Prodia Peduli Bencana” yang telah mulai dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober saat ini, dengan memberikan berbagai keperluan mendasar untuk kebutuhan bagi masyarakat selama berada di pengungsian dan juga bagi karyawan Prodia Palu yang terkena dampak bencana yang terdistribusi melalui jalur udara (Hercules) kerjasama Koopsau AU Lanud Hasanuddin Makassar dan jalur laut atas kerjasama Tim Medis FK UMI Makasar antara lain: sembako, obat-obatan, mie instan, susu bayi & anak-anak, pakaian laik pakai, alat mandi, pembalut wanita dan masih banyak lagi bantuan yang telah tersalurkan atas bantuan dan kerjasama dari seluruh rekan-rekan Prodia Wilayah 8 berupa sumbangan dana dan berbagai bantuan lainnya.

Branch Manager Prodia cabang Palu Musran Hasan mengatakan bahwa acara Peduli Bencana Palu, Donggala, dan Sigi, ini terselenggara atas inisiatif Prodia dan IDI. “Acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Prodia dan IDI terhadap masyarakat Palu dan sekitarnya yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.
”Kami berharap dengan adanya bantuan pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka pasca terjadinya bencana,” kata Musran.

Musran menambahkan pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing individu setelah terjadinya bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. “Bencana gempa dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak hanya menimbulkan korban meninggal dan luka, namun berdampak juga pada kesehatan masyarakat, seperti munculnya berbagai penyakit pasca gempa dan tsunami, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya fasilitas air bersih dan sanitasi,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, imbaunya penting bagi masyarakat untuk melakukan check up kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuhnya.

Salah satu permasalahan kesehatan akibat bencana adalah meningkatnya potensi kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular seperti misalnya diare dan disentri yang dipengaruhi lingkungan dan sanitasi yang memburuk. Berdasarkan Pusat Penanggulanan Masalah Kesehatan Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan tahun 2001, pengungsian tempat tinggal (shelter) yang ada sering tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang yang terkena bencana apabila tidak segera ditangani.

“Kami berharap bantuan pemeriksaan kesehatan yang diberikan dapat membantu masyarakat Palu dan sekitarnya dalam mengetahui kondisi tubuhnya sehingga dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan apabila terkena penyakit pasca gempa dan tsunami,” demikian tutur Musran. (*/lib)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.