Mulai Selektif Data Penerima Huntap

0
684

HUNTARA BAGI PENGUNGSI: Aktivitas warga memindahkan barang-barangnya ke lokasi Hunian Sementara di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Palu, Sulawesi Tengah, belum lama ini. Warga mulai menempati Huntara bantuan dari beberapa negara. Sebelumnya mereka menempati tenda-tenda darurat dari terpal. F-MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG

PALU – Kantor Kecamatan Palu Barat terus mendata rumah-rumah warga yang ada di tiap-tiap kelurahan, sebagai syarat untuk menempati hunian tetap (Huntap). Camat Palu Barat, Kapau Bauwo menjelaskan, pendataan rumah warga yang terkena bencana alam berupa gempa, tsunami, dan likuifaksi, itu sebagai syarat untuk bisa menempati Hunian Tetap (Huntap) nantinya.
“Kita data biar tahu pasti berapa rumah warga yang rusak, dan akan memastikan juga untuk menempati Huntab yang di bangun oleh pemerintah,” ungkapnya kepada Radar Sulteng kemarin, Jumat (2/11).
Pendataan dimaksud juga agar dapat memastikan warga-warga yang terdampak bencana, sebelum bencana memiliki rumah atau tidak. “Karena khawatirnya kita ada juga warga yang tidak memiliki rumah (atau sedang menyewa), mengaku memiliki rumah tinggal,” sebutnya.
Selain itu juga, pendataan ini sebagai bagian dari memastikan secara keseluruhan, di enam kelurahan yang di kecamatan Palu Barat tadi, dapat di ketahui secara pasti jumlah kerusakan rumah atau hilang pasca bencana. “Biar kita juga punya data, misalnya kelurahan Balaroa rumah warganya berapa yang rusak,” tuturya.
Untuk pendataan rumah warga yang rusak sendiri, dari kecamatan Palu Barat, mengklasifikasikan kerusakan itu berdasarkan dari rusak ringan, sedang, berat, dan hilang. “Tapi secara keseluruhan tetap kita akan masukan dalam data kerusakan rumah warga pasca bencana,” kata Kapau Bauwo.
Untuk data sementara rumah warga yang rusak baik ringan, sedang dan berat kelurahan Ujuna, rusak berat 30 unti, sedang 95 unit, dan ringan 67 unit. “Sementara rumah yang terkena tsunami alias hilang itu sebanyak 11 unit rumah,” bebernya.
Kelurahan Baru untuk rusak berat ada 37 unit, sedang 143 unit, dan rusak ringan ada 126 unit, sementara kelurahan lere sendiri, untuk rusak berat 118 unit, sedang 602 unit, dan ringan 577 unit. “Sementara rumah yang hilang akibat tsunami itu sebanyak 134 unit,” sebutnya.
Kelurahan Siranindi sendiri, yang rusak berat sebanyak 3 unit, sedang 12 unit, dan ringan 12 unit juga. Sementara kelurahan Kamonji yang rusak berat sebanyak 192 unit, dan ringan 28 unit. “Untuk kelurahan Kamonji sendiri rumah warga yang rusak sedang tidak ada,” bebernya.
Kelurahan Balaroa sendiri, hingga Jumat, yang terdata akibat bencana alam tersebut, berjumlah sekitar 1.431 rumah yang terdampak, baik rusak berat atau hilang. “Dan untuk kelurahan Balaroa sendiri, pendataanya masih berlanjut, karena dapat di perkirakan akan bakal bertambah kembali,” tutupnya. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.