Ajak Warga Parsyarikatan Berpolitik Secara Santun

0
225

ISTIMEWA
BERI PENCERAHAN: Ketua PWM Sulsel yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof Ambo Asse (tengah) didampingi Rektor Unismuh Palu, Dr Rajindra, saat menjadi narasumber dalam Coffee Morning yang digelar di Masjid Amirul Mukminin Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tanamodindi, Minggu (11/11). Coffee Morning dipandu Redaktur Politika Radar Sulteng, Abd Hanif (kanan).

PALU – Politik Muhammadiyah adalah Tidak Berpolitik Praktis. Namun Muhammadiyah, tetap harus berperan aktif dalam setiap sendi kehidupan berbangsa. Termasuk di dalamnya dinamika politik.
Guru besar yang sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Dr H Ambo Asse, menegaskan hal ini ketika didaulat menjadi narasumber dalam Coffee Morning yang digelar Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Minggu (11/11). Coffee Morning hasil kerjasama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tanamodindi tersebut, sekaligus rangkaian puncak peringatan 106 Muhammadiyah.
“Warga parsyarikatan harus berpolitik secara santun. Kita secara institusi tidak akan terlibat dalam politik (praktis), tetapi kalau ada kader kita yang ingin terjun ke politik, silakan. Malah kita akan dorong, tetapi hal itu atas nama personal, bukan mewakili institusi,”katanya.
Kader Muhammadiyah katanya, harus berperan aktif dalam pembangunan, sebagai salah satu tanggung jawab dakwahnya. Namun sekali lagi, Prof Ambo Asse, menekankan pentingnya menjaga etika dan sopan santun dalam berdakwah.
“Kader Muhammadiyah jangan sampai ikut juga dalam huru-hara. Justru harus sebaliknya. Kehadiran kita di mana pun, harus mampu menjadi problem solver dan menjadi teladan yang baik, serta mampu memberikan warna,”katanya.
Sebagai kader dari organisasi dakwah, warga Muhammadiyah tidak boleh tinggal diam. Harus selalu bekerja dan memberikan manfaat, baik kepada diri dan keluarganya sendiri, kepada orang lain dan manfaat bagi bangsa.
Kehadiran Prof Ambo Asse di Kota Palu, dalam rangka menghadiri puncak perayaan milad Masehi yang ke-106 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah. Sekaligus untuk menjenguk warga Muhammadiyah dan memberikan hiburan, setelah sebulan yang lalu dihantam bencana. Saat menjadi narasumber, Prof Ambo Asse didampingi Rektor Unismuh Palu, Dr H Rajindra Rum SE MM. Coffee Morning dalam bentuk diskusi yang digelar di Masjid Amirul Mukminin tersebut, dipandu Redaktur Politika Harian Umum Radar Sulteng, Abd Hanif.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery el-Shirinja S.Sos, MSi, mengatakan coffee morning, selain kegiatan rutin yang telah dilaksanakan Pemuda Muhammadiyah sejak 8 tahun silam, sekaligus merupakan kegiatan rangkaian puncak milad.
“Kita juga bersyukur, karena Prof Ambo Asse, berkenan untuk menjadi narasumber dan banyak memberikan kami tausiah serta arahan,”katanya
Fery yang juga coordinator assessment dan Bidang SDM Pos Koordinator (Poskor) Muhammadiyah Disaster Management Centre (mdmc), menambahkan bahwa kehadiran Prof Ambo Asse dan menjadi narasumber dalam Coffee Morning, sekaligus merupakan program terapi Trauma Healing yang dilaksanakan Pemuda Muhammadiyah Sulteng.
“Pak Prof Ambo Asse memberikan materi yang sedikit berbeda dengan narasumber-narasumber sebelumnya dalam trauma healing. Kalau yang lain bicara seputar gempa, Pak Prof Ambo Asse, memberikan suntikan motivasi kepada kami, agar tetap berkiprah dan memberikan sumbangsih serta jangan lupa saling tolong menolong, sebagaimana tema nasional milad Muhammadiyah tahun ini, Ta’awun (tolong menolong dalam kebaikan) untuk Negeri,”tandasnya.(fdl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.