Rumah Zakat Hadir untuk Sulteng Bangkit

0
129

Salah satu kegiatan yang dilakukan Rumah Zakat. DOK. RUMAH ZAKAT
EVAKUASI JENAZAH ; Sejak dua hari pasca bencana Rumah Zakat telah hadir dan melakukan evakuasi jenazah di wilayah Petobo. DOK. RUMAH ZAKAT.

PALU – Keberadaan organisasi kemanusian yang peduli terhadap bencana di Sulawesi Tengah patut diapresiasi. Salah satunya Yayasan Rumah Zakat, yang hadir sejak dua hari pasca bencana yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Rumah Zakat untuk Sulteng, Al Razi Izzatul Yazid, mengungkapkan, pihaknya setelah mendengar bencana besar yang menimpa Sulawesi Tengah, langsung berupaya untuk bisa menjangkau daerah-daerah terdampak bencana. Jalur transportasi udara yang terputus, tidak menyurutkan niat Rumah Zakat melalui Relawan Nusantaranya, untuk bisa masuk ke Kota Palu dan sekitarnya.
“Saya bersama teman-teman, akhirnya berangkat pakai pesawat ke Gorontalo, dan dari Gorontalo kami lewat jalur darat, hingga akhirnya bisa tembus ke Palu dua hari pasca bencana,” tutur pria yang akrab disapa Yazid ini.
Di masa tanggap darurat selama empat pekan lalu, Rumah Zakat telah menerjunkan sebanyak 120 relawan. Ratusan relawan Rumah Zakat yang dikenal sebagai Relawan Nusantara itu, diterjunkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari evakuasi korban terdampak likuifaksi di Kelurahan Petobo dan tsunami, dapur umum di tiga lokasi, klinik kesehatan dan pendidikan psikososial. “Kami juga menerjunkan armada ambulans sebanyak dua unit dan satu unit mobil klinik,” sebutnya.
Masih menurut Yazid, Rumah Zakat juga telah menyalurkan logistik untuk 7.600 kepala keluarga, baik di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Dengan jumlah bantuan berupa beras hingga 43 ton serta pangan siap saji, seperti ikan kaleng, sozis, biskuit dan air mineral. “Untuk pangan, kami menghindari berikan mie instan kepada warga, guna menjaga gizi masyarakat. Kalau pun ada mie instan di gudang kami itu titipan dari para donatur,” jelasnya.
Selain bantuan pangan, bantuan logistik yang telah disalurkan berupa selimut, tikar hingga tenda dan terpal. Dalam masa transisi ini, recovery Rumah Zakat bakal membangun Huntara dengan target 500 unit, juga sekolah darurat dan masjid darurat. “Kami juga bakal memberikan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana dan juga akan menyalurkan rendang dan kornet superqurban,” terang Yazid.
Yazid yang didampingi Koordinator Rumah Zakat untuk wilayah NTB, Repi Afif mengungkapkan, kegiatan kemanusian yang mereka lakukan ini, tidak bisa dikerjakan sendiri, tanpa ada dukungan dari pemerintah daerah dan instansi lain. Untuk itu, Repi Afif, yang datang khusus membangun kemitraan dengan sejumlah pihak, mengungkapkan, bahwa Rumah Zakat sudah menjajaki kerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah yang terdampak bencana. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sigi, dalam hal ini Ibu Wakil Bupati, kemudian dengan Pemerintah Kota Palu yang langsung diterima Wali Kota Palu,” ungkapnya.
Sejumlah kepala daerah ini, sangat merespon positif kegiatan kemanusian yang dilakukan Rumah Zakat. Apresiasi juga diberikan para kepala daerah ini, kepada Relawan Nusantara, yang sudah ikut terlibat di masa tanggap darurat. Seperti Wali Kota Palu, Hidayat juga tertarik dengan program penyaluran superqurban berupa rendang dan kornet.
Masih menurut Repi, tidak hanya dengan pemerintah daerah, pihaknya juga membangun komunikasi dengan masyarakat setempat juga tidak lupa media massa. Salah satu yang diajak bekerjasama, mengawal seluruh kegiatan-kegiatan Rumah Zakat, yakni Radar Sulteng. “Kami sangat bersyukur bisa membangun kerjasama dan kolaborasi dengan Radar Sulteng, semoga kolaborasi ini bisa memberikan manfaat bagi umat yang tertimpa bencana, agar Sulawesi Tengah benar-benar bisa bangkit,” tutup Repi. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.