Atlet Berkuda Sulteng Ambil Bagian di Kejuaraan Internasional

0
206

BERKUDA DAN MEMANAH : Atlet berkuda asal Sulawesi Tengah, Haris Abbas saat mengikuti kegiatan 1st International Horseback Archery Indonesia, beberapa waktu lalu. DOK. PRIBADI
PALU – Atlet berkuda asal Sulawesi Tengah, Haris Abbas ikut ambil bagian dalam kejuaraan berkuda sambil memanah, yang bertajuk 1st International Horseback Archery Indonesia. Kegiatan bertaraf internasional ini, digelar di Lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur 10 hingga 11 November lalu.
Disampaikan Haris, ada sejumlah kategori yang semuanya diikuti dalam kegiatan ini. Masing-masing Tabla Trek Asian Style, Trankil Trek, Korean Trek, dan Diponegoro Style serta Oriental Style. Ketepatan akurasi dan ketelitian tembak busur panah juga sangat dibutuhkan untuk Olahraga yang satu ini. Tidak hanya memanah, para atlet juga diharuskan menombak target yang ditentukan, kemudian memanah satu titik dengan kuda yang berlari kencang. “Semua kategori saya ikuti, dan alhamdulillah masuk 10 besar. Di kategori Diponegoro Style saya sempat peringkat ke tujuh,” jelas Haris.
Dia mengaku, sempat memdapat kendala saat berlomba ini, karena tiba-tiba kuda yang dipakainya cedera. Dia pun sempat terjatuh, dan kehilangan banyak point. Dalam kegiatan ini, lanjut dia, diikuti berbagai atlet berkuda dan memanah asal Malaysia, Rumania, Kuwait, Afrika Selatan, Thailand, Turki, Singapura dan Indonesia sebagai tuan rumah. “Yang jadi juara umumnya dari Turki,” sebut Haris.
Acara Horseback Horseback ini lanjut dia, selain prestasi yang dicari, juga bertujuan untuk memperkuat persaudaraan Islam serta persaudaraan manusia. Sebab, tidak hanya umat muslim, para atlet yang ikut ada pula yang non muslim. “Intinya di sini kita berpartisipasi untuk menjalin silahturahmi sekaligus meraih prestasi,” tuturnya.
Masih menurut dia, keikutsertaannya di ajang internasional ini, juga berkat dukungan sejumlah pihak. Antara lain Pordasi Kota Palu, Kaili Novangga serta organisasi Wahana Muda Indonesia (WMI). Sehingga dirinya mendapatkan fasilitas dalam berlatih hingga bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Kedepan dia berharap olahraga yang memadukan berkuda dan memanah ini, bisa terdaftar dan resmi berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan di tingkat internasional seperti Sea Games dan Asian Games.
“Agar atlet-atlet seperti kami ini juga mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah,” tandasnya. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.