Bantuan Lampu Tenaga Surya untuk Pasigala

Sejak Awal Tak Ada Pembicaraan Bantuan Hanya untuk Kota Palu

0
153
ILUSTRASI LAMPU TENAGA SURYA/JAWAPOS.COM

PALU – Salah seorang rekan dan sebagai relawan langsung dari Negara Perancis (Philips) yang memberikan bantuan berupa 500 unit lampu tenaga surya, menjelaskan bahwa sejak awal pembicaraan dengan Philips, tidak ada menyebutkan 500 unit lampu tenaga surya untuk kota Palu saja. Bantuan tersebut untuk korban Pasigala dan pertanggungjawabannya harus jelas.

Dedi Hendrianto, rekan dari Philips dan saat ini sebagai relawan Alumni SMP 1 Palu dan relawan di SKK Migas menjelaskan jika pembicaraan awal dengan rekan dan sekaligus pemberi bantuan (Philips), tanpa menyebutkan bantuan yang diberikan dikhususkan hanya untuk warga pengungsi Kota Palu saja.

“Adanya bahasa penyampaian bahwa 500 unit lampu tenaga surya hanya diperuntukan untuk kota Palu, tanpa berkoodinasi dengan saya dan lainnya. Anehnya setelah lampu tersebut sudah ada di Palu,” ungkapnya kepada Radar Sulteng kemarin, Rabu (28/11).

Sehingga menjadi ironis sekali jika bantuan berupa 500 unit lampu tenaga surya tadi, hanya diperuntukan untuk wilayah kota Palu yang terdampak bencana alam saja.

“Padahal sesungguhnya lampu itu semata-mata untuk keperluan bagi warga pengungsi yang mengungsi di wilayah Pasigala, seperti yang disampaikan Philips dengan saya saat meninjau langsung ke daerah-daerah yang ada di Sigi, dan Donggala beberapa waktu lalu saat memberikan langsung bantuan Genset kepada para Pengungsi yang ada di sana, yang mengatakan jika mereka ini sangat butuh sekali dengan adanya lampu untuk menerangi posko-posko pengungsian, karena selain berada di daerah terpencil juga karena di posko pengungsi mereka sangat butuh lampu tenaga surya,” sebutnya.

Bahkan lebih lanjut Dedi mengatakan, jika kota Palu sendiri, hanya memiliki ranah untuk penerima invoice saja atas barang yang masuk ke Palu, sementara penyaluran bantuan 500 unit lampu tenaga surya untuk wilayah Palu, Sigi dan Donggala.
“Karena menurut Philips, barang tidak bisa masuk ke Indonesia utamanya masuk di Palu dan dibagikan ke daerah yang telah ditunjuk tadi. Makanya Philips meminta bantuan ke saya untuk mencarikan satu lembaga yang bisa menaungi barang tadi, agar mudah masuk dan dapat disebarkan. Saya pun menemui Bambang yang juga rekan saya yang bekerja di Damkar Kota Palu, untuk meminta bantuan dengan menggunakan lembaga yang dinaunginya, tanpa ada kata-kata dan kalimat bahwa ini barang diperuntukan untuk Pemkot Palu,” bebernya.

Selanjutnya kata dia, selaku pemberi bantuan lampu tenaga surya, Philips menyampaikan kepada Pemkot Palu yang telah mengaku menerima secara penuh bantuan tersebut, harus bertanggung jawab atas pengambilannya, dan bertanggung jawab juga terkait dengan penyaluran barang tadi.

“Pesan dari Philips, dia bilang kepada saya, kalau Pemerintah Kota Palu harus bertanggung jawab dengan barang yang ada dan bertanggung jawab juga terhadap penyaluran barang yang sudah diterima untuk Pasigala,” tandasnya dengan nada memberi warning. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.