Distributor Minta Pedagang Semen Gunakan Standar Harga

0
127
FOTO: MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG
JADI BARANG LANGKA : Tampak sejumlah buruh angkut menurunkan semen ke salah satu toko yang ada di Kota Palu.

 

PALU – Distributor Semen di Kota Palu mengingatkan agar toko-toko di daerah ini tidak menjual harga di atas harga standar yang ditetapkan. Pihak Distributor sendiri, salah satunya semen merek Bosowa telah mengingatkan bahwa harga semen tersebut tertinggi di pasaran hanya berkisar di angka Rp68 Ribu.

“Kita sudah jalin kesepakatan dan komitmen dengan Disperindag kota, untuk harga jual di toko harusnya Rp 68 ribu rupiah, bukan di atas harga standar tadi,” ungkap Direktur PT Hero, Dicky Lamusu, selaku distributor Semen Bosowa.

Sementara di lapangan, yang terjadi adalah adanya kenaikan harga semen di atas dari harga yang telah disepakati sebelumnya oleh pihak terkait.

“Saya tidak tahu kenapa harga jual semen Bosowa utamanya di toko-toko yang menjual, menaikan harga dari harga standarnya, dan saya berharap agar harga semen Bosowa bisa sesuai dengan harga standarnya,” katanya.

Padahal menurut Dicky Lamusu, pemilik toko yang menjual semen Bosowa saat membeli harga semen dari distributor semen Bosowa, hanya berkisar antara Rp62.250 hingga Rp63.000 saja.

“Jadi ada selisih juga, antara harga standar yang seharusnya dijual di pasar dan harga beli awal dari pihak distributor,” bebernya.

Kemudian, selain itu, untuk ketersediaan stok semen Bosowa sendiri, sesuai dengan kondisi yang ada saat ini, hanya bisa bertahan hingga empat hari mendatang.

“Kita punya stok hanya bisa bertahan selama empat hari saja,” tuturnya.
Sementara sebab lain dari kurangnya ketersediaan semen Bosowa dan mengalami kenaikan sedikit harga jualnya, dikarenakan terkendala pada pemuatan semen dari luar ke dalam Kota Palu.

“Kalau dulu kapalnya hanya untuk mengangkut semen, tapi kalau sekarang bukan hanya semen saja yang dimuat di kapal, melainkan Sembako juga ikut dimuat dalam satu kapal,” ungkapnya.

Bahkan biaya kapal untuk pengangkutan semen di dalam kapal pun ikut mengalami kenaikan harga, belum lagi dengan masalah waktu tibanya semen ke Palu. Hal itu sangat mempengaruhi terhadap ketersediaan stok dan harga di pasar.

“Kalau biasanya untuk bongkar muat di pelabuhan menunggu tiga hari saja baru sampai, kalau sekarang bisa sampai delapan hari baru tembus di pelabuhan dan di bongkar barangnya,” tandas Dicky Lamusu. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.